- REUTERS/Daniele Mascolo
Hegemoni Veteran Balkan di Liga Italia: Modric Jadi Tumpuan AC Milan hingga Tandem Jay Idzes yang Berusia 37 Tahun
Jakarta, tvOnenews.com - Kasta teratas Liga Italia atau Serie A sejak lama dikenal sebagai “rumah nyaman” bagi para pesepak bola veteran untuk memperpanjang karier di level tertinggi. Karakter kompetisi yang menitikberatkan kecerdasan taktik, posisi, dan pengalaman membuat usia bukan lagi penghalang utama untuk bersaing.
Fenomena terbaru terlihat dari kehadiran Jamie Vardy yang direkrut Cremonese meski usianya sudah menginjak 39 tahun. Penyerang asal Inggris itu justru tampil tajam dengan sumbangan lima gol dan satu assist dari 16 pertandingan, seolah menegaskan bahwa umur hanya angka di Italia.
Semangat “menolak tua” ini juga terasa kuat pada barisan pemain asal kawasan Balkan yang masih mendominasi Serie A musim ini. Mereka bukan sekadar pelapis, melainkan figur penting yang memegang peran sentral di tim masing-masing.
Berikut deretan pemain Balkan berusia matang yang masih menunjukkan kelasnya di Liga Italia musim ini. Nama-nama ini menjadi bukti bahwa pengalaman dan kecerdikan tetap bernilai tinggi di tengah gempuran darah muda.
Adam Marusic (32 tahun – Lazio)
Adam Marusic menjadi contoh konsistensi yang sulit disaingi di sektor sayap Lazio. Di usia 32 tahun, bek asal Montenegro ini tetap tak tergantikan dan menjadi pilihan utama sepanjang musim.
Marusic sudah mencatatkan 1.580 menit bermain yang menunjukkan kondisi fisiknya masih prima. Dari 19 laga, ia juga menyumbang satu assist penting yang menegaskan kontribusinya tak hanya bertahan.
- Juventus Official
Filip Kostic (33 tahun – Juventus)
Di Turin, Filip Kostic tetap menjadi senjata andalan Juventus meski kini lebih sering memulai laga dari bangku cadangan. Winger Serbia itu bertransformasi menjadi supersub yang kerap mengubah ritme pertandingan.
Efektivitas Kostic terlihat dari dua gol dan satu assist yang ia catatkan dengan menit bermain terbatas. Dari 14 penampilan di semua ajang, dampaknya kerap langsung terasa begitu ia masuk ke lapangan.
Nemanja Matic (37 tahun – Sassuolo)
Nama Nemanja Matic menarik perhatian publik Indonesia karena menjadi rekan sekaligus mentor Jay Idzes di Sassuolo. Di usia 37 tahun, gelandang Serbia ini justru menjadi jangkar utama yang sulit digeser.
Matic belum sekali pun absen di Serie A musim ini dengan catatan 19 penampilan penuh. Ia bahkan menyumbang satu gol penting, sekaligus menunjukkan perannya sebagai pemimpin di lini tengah dan pertahanan.
Milan Duric (35 tahun – Parma)
Parma memiliki Milan Duric sebagai opsi darurat paling efektif saat serangan menemui jalan buntu. Striker Bosnia berusia 35 tahun ini masih diandalkan untuk memenangi duel udara di kotak penalti.
Meski tak selalu menjadi starter, Duric sudah tampil 12 kali musim ini. Pengalamannya kerap menjadi pembeda dalam situasi genting ketika Parma membutuhkan gol krusial.
Edin Dzeko (39 tahun – Fiorentina)
Ketajaman Edin Dzeko belum pudar meski usianya hampir menyentuh 40 tahun. Penyerang Bosnia itu sudah mencatatkan 18 penampilan di semua kompetisi bersama Fiorentina.
- ANTARA
Dzeko menyumbang dua gol, salah satunya tercipta di ajang Eropa melawan Rapid Vienna. Gol tersebut membantu Fiorentina meraih kemenangan penting dan menjaga ambisi mereka di kompetisi kontinental.
Luka Modric (40 tahun – AC Milan)
Puncak daftar ini tentu Luka Modric yang kini menjadi otak permainan AC Milan. Di usia 40 tahun, maestro Kroasia itu masih menunjukkan stamina dan visi bermain kelas dunia.
Modric sudah tampil 22 kali di semua ajang dengan torehan satu gol dan dua assist. Di Serie A, ia bahkan mencatatkan 15 penampilan penuh selama 90 menit, sebuah pencapaian luar biasa untuk pemain seusianya.
(sub)