- Action Images via Reuters/Andrew Boyers
Tak Tahan Lagi, Pep Guardiola Akhirnya Bikin Pengakuan Jujur usai Manchester City Dipermalukan Bodo/Glimt di Liga Champions
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, tak ragu untuk mengakui satu hal setelah kekalahan dari Bodo/Glimt. Langkah The Citizens semakin berat di Liga Champions.
Man City menderita kekalahan mengejutkan dengan skor 1-2 pada saat melawat ke Aspmyra Stadium di Norwegia, Rabu (21/1/2026) dini hari tadi WIB. Mereka telah kesulitan sejak awal permainan.
Dwigol Kasper Hogh telah membuat Bodo/Glimt unggul sejak babak pertama, tepatnya di menit ke-22 dan 24. Situasi semakin memburuk di babak kedua.
Gol Jens Petter Hauge membuat Bodo/Glimt unggul telak 3-0. City sempat mengejar ketertinggalan melalui Rayan Cherki pada menit ke-60 namun kehilangan Rodri hanya dua menit kemudian.
Bermain dengan 10 orang menyulitkan City. Namun, Pep Guardiola tidak mengingkari bahwa permainan mereka memang buruk sejak 2025.
“Kami harus bangkit. Raihan sejak 2025 tidaklah bagus, dalam hal Premier League dan juga hari ini,” kata Guardiola, mengakui dalam konferensi pers setelah laga, dilansir dari The Sporting News.
“Namun kami harus melihat ke depan, Wolves dan kemudian Galatasaray. Kami memiliki perasaan bahwa segalanya berjalan salah, detailnya, namun kami harus mencoba dan mengubahnya. Saya tidak punya keraguan dalam kompetisi ini, tidak ada yang diremehkan, itu sudah pasti,” sambungnya.
City menderita kekalahan dalam dua laga beruntun, dengan sebelumnya dikandaskan Manchester United dengan skor 0-2. Guardiola mengakui bahwa United memang lebih baik, selagi Bodo/Glimt memiliki momentum untuk meraih hasil.
“United mengalahkan kami dan memang lebih baik. Hari ini [Bodo/Glimt] memiliki momentum. Namun tim ada di sana dan kami menciptakan peluang. Dalam transisi, mereka sangatlah baik,” tukasnya.
Dengan situasi ini, Guardiola mengatakan bahwa City harus mengubah dinamika permainan. Dia juga kehilangan beberapa pemain penting dalam lawatan ke Norwegia.
“Kami berjuang dengan 10 orang melawan 11. Kami harus mengubah dinamika untuk laga berikutnya melawan Wolves dan Galatasaray,” tambahnya.
“Kami lebih datar melawan United, namun tidak hari ini. Kami tidak memiliki Savinho, Jeremy [Doku], para pemain sayap kami. Di departemen lainnya, kami tidak diperkuat beberapa pemain dan mereka akan memberikan konsistensi lebih kepada kami,” tukasnya. (rda)