- krcgenk.be
Mimpi AC Milan Rekrut Bek Keturunan Medan Bisa Pupus, Jurnalis Italia Sampaikan Kabar Buruk untuk Rossoneri di Bursa Transfer
Jakarta, tvOnenews.com – AC Milan berhadapan dengan dinamika rumit bursa transfer setelah rencana mendatangkan bek muda keturunan Indonesia, Juwensley Onstein, mengalami hambatan. Transfer pemain berbakat tersebut dilaporkan tersendat di tahap akhir, tepat ketika proses pertukaran dokumen antar pihak seharusnya tinggal menjadi formalitas.
Situasi ini menegaskan bahwa langkah Milan di pasar transfer jarang benar-benar berjalan mulus. Setiap proses negosiasi kerap diwarnai detail teknis yang dapat mengubah arah kesepakatan dalam waktu singkat.
Sebelumnya, optimisme sempat menguat setelah laporan menyebutkan pembicaraan antara Milan dan Genk telah berada di tahap lanjut. Bahkan, Juwensley Onstein dijadwalkan terbang ke Italia untuk menjalani tes medis sebelum bergabung dengan proyek pengembangan Milan Futuro.
Namun, rencana tersebut kini tertahan setelah muncul kendala administratif yang belum dijelaskan secara rinci. Jurnalis transfer kenamaan Italia, Matteo Moretto, mengungkap bahwa proses negosiasi terhenti saat pertukaran dokumen, fase krusial yang kerap menentukan nasib sebuah transfer.
Hingga kini, belum diketahui secara pasti penyebab utama terhambatnya kesepakatan tersebut. Kemungkinan yang mencuat mencakup perbedaan interpretasi klausul kontrak, perubahan sikap mendadak dari salah satu klub, atau masuknya pihak lain yang mencoba membajak transfer.
Meski demikian, peluang transfer ini benar-benar batal masih belum tertutup sepenuhnya. Sumber terdekat menyebutkan bahwa kesepakatan masih berpeluang dilanjutkan apabila persoalan administratif dapat diselesaikan dalam waktu dekat.
Juwensley Onstein sendiri merupakan salah satu talenta muda yang tengah naik daun di Eropa. Lahir pada 7 Oktober 2007, ia telah menarik perhatian para pemandu bakat sejak usia sangat belia.
Sebagai informasi, Onstein adalah pesepakbola asal Belanda yang dikabarkan memiliki darah keturunan Indonesia dari kakek di sisi ayahnya. Kakek dari pihak ayah diketahui lahir di Medan, sementara darah Suriname berasal dari nenek di sisi ayah, dan garis keturunan ibunya sepenuhnya Belanda.
Perjalanan karier Onstein dimulai di akademi Ajax, tempat banyak pemain kelas dunia ditempa. Pada 2023, ia memutuskan pindah ke Genk demi mendapatkan jalur pengembangan yang lebih menjanjikan di level profesional.
Bersama Genk, Onstein berkembang pesat dan mulai masuk radar klub-klub besar Eropa. Kontraknya yang masih berlaku hingga Juni 2026 membuat Genk berada dalam posisi tawar yang cukup kuat saat bernegosiasi.
Bagi AC Milan, Onstein diproyeksikan sebagai bagian dari investasi jangka panjang. Rossoneri menilai sang bek sebagai fondasi masa depan yang sejalan dengan filosofi regenerasi skuad yang tengah dibangun.
Rencana awal Milan adalah menempatkan Onstein di tim Futuro sebelum mempromosikannya ke skuad utama. Skema ini sebelumnya sukses diterapkan pada sejumlah pemain muda yang kini mulai menembus tim senior.
Hambatan yang muncul saat ini tentu menjadi ujian kesabaran bagi manajemen Milan. Di tengah tuntutan untuk tetap kompetitif, klub harus memastikan setiap detail administratif berjalan tanpa cela.
Dari sisi pemain, situasi ini juga menuntut kedewasaan meski usianya masih sangat muda. Onstein dituntut tetap fokus menjaga performa sambil menunggu kejelasan terkait masa depannya.
Dalam dunia transfer modern, penundaan semacam ini bukan hal asing. Banyak kesepakatan besar justru ditentukan oleh detail kecil di balik meja negosiasi.
AC Milan kini berada dalam fase menunggu dan terus memantau perkembangan situasi. Keputusan akhir terkait masa depan Juwensley Onstein diperkirakan akan terungkap dalam beberapa hari ke depan.
Apakah Rossoneri mampu mengurai simpul administrasi ini atau harus mengalihkan fokus ke target lain masih menjadi tanda tanya. Yang jelas, saga transfer ini kembali menegaskan bahwa bursa pemain selalu penuh kejutan hingga detik terakhir.
(sub)