- AC Milan
Bursa Transfer AC Milan: Gagal Dapat Wonderkid Keturunan Medan, Rossoneri Tancap Gas Incar Permata Afrika Jebolan Piala Dunia
Jakarta, tvOnenews.com - AC Milan kembali mencuri perhatian di bursa transfer dengan langkah yang terbilang senyap namun strategis. Rossoneri kini dikabarkan berada di garis terdepan untuk mengamankan tanda tangan El Hadji Malick Cissé, talenta muda asal Senegal.
Langkah ini terasa spesial karena Milan disebut hampir mengalahkan Barcelona dan RB Leipzig dalam perburuan sang pemain. Dua klub Eropa tersebut dikenal agresif dalam memburu bakat muda terbaik dari berbagai penjuru dunia.
Situasi ini seolah menjadi pembalasan cepat bagi Milan atas manuver Barcelona sebelumnya. Rossoneri sempat kehilangan wonderkid keturunan Medan, Juwensley Onstein dari Genk, setelah Barcelona bergerak cepat pada detik-detik akhir negosiasi.
Saat itu, Milan dikabarkan sudah siap menuntaskan proses pertukaran dokumen. Namun, Barcelona datang dengan manuver yang lebih sigap dan membuat rencana Rossoneri buyar.
Kali ini, Milan tak ingin kecolongan untuk kedua kalinya. Manajemen bergerak cepat dan terukur demi memastikan El Hadji Malick Cissé tidak lepas ke tangan rival.
Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, Milan kini sudah sangat dekat mencapai kesepakatan. Cissé merupakan bek tengah kelahiran 2008 yang mencuri perhatian di ajang Piala Dunia U-17 di Qatar pada November lalu.
Penampilan solidnya bersama tim nasional Senegal U-17 membuat banyak pemandu bakat terkesan. Ia tampil matang untuk pemain seusianya dan menunjukkan ketenangan yang jarang dimiliki bek muda.
Ketertarikan Barcelona dan RB Leipzig menjadi bukti bahwa Cissé bukan pemain sembarangan. Milan pun melihat peluang besar untuk mengamankan aset masa depan sebelum nilai pasarnya melonjak.
Hal menarik lainnya, Cissé saat ini masih bermain di Senegal bersama Be Sport Academy. Ia belum pernah merumput di kompetisi Eropa, sehingga proses adaptasi menjadi bagian penting dari rencana Milan.
Rossoneri disebut siap menempatkan Cissé di tim Milan Futuro yang berlaga di Serie D. Langkah ini dinilai ideal untuk membantunya beradaptasi secara bertahap dengan ritme dan tuntutan sepak bola Italia.
Perekrutan Cissé juga dipandang sebagai investasi jangka menengah hingga panjang. Milan tidak menargetkan dampak instan, melainkan perkembangan yang berkelanjutan dan terarah.