news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pelatih Arsenal Mikel Arteta.
Sumber :
  • Action Images via Reuters/Jason Cairnduff

Tak Ada Angin Tak Ada Hujan, Mikel Arteta Terancam 'Didepak' dari Arsenal?

Mikel Arteta terancam kehilangan jabatannya jika Arsenal kembali gagal mempersembahkan trofi musim ini. Simak selengkapnya.
Kamis, 29 Januari 2026 - 13:13 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Mikel Arteta kembali berada di bawah sorotan tajam setelah beberapa hasil mengecewakan Arsenal belakangan ini.

Meski masih memuncaki klasemen Premier League musim 2025/26, tekanan terhadap manajer asal Spanyol itu terus meningkat karena ekspektasi tinggi dari suporter dan pengamat sepak bola.

Arsenal sebelumnya menelan kekalahan 3–2 dari Manchester United, sebuah hasil yang memicu kritik tajam terhadap taktik dan keputusan Arteta. 

Kekalahan ini membuat keunggulan The Gunners di puncak klasemen hanya empat poin dari pesaing terdekat, sehingga peluang gelar juara kini semakin tidak pasti.

Pelatih Arsenal, Mikel Arteta
Sumber :
  • Reuters/Paul Childs

Mantan kepala pemandu bakat Manchester United, Mick Brown, bahkan menyatakan bahwa jika Arsenal gagal memenangkan trofi besar musim ini, baik Premier League maupun Liga Champions, maka klub harus mempertimbangkan masa depan Arteta sebagai manajer.

Dilansir dari Football Insider, Brown menyebut musim ini sebagai kesempatan terbaik Arteta untuk menghadirkan gelar juara besar sejak mengasuh Arsenal.

Menurutnya, bila Arsenal kembali terpleset dari posisi kuat, maka pertanyaan besar mengenai kepemimpinan Arteta akan muncul.

Situasi ini bisa berujung pada keputusan ekstrem, termasuk pemecatan manajer yang sudah memimpin klub beberapa musim terakhir.

“Jika Arsenal tidak memenangkan liga kali ini, pertanyaan serius akan diajukan,” kata Brown kepada Football Insider.

“Arteta benar-benar bisa dipecat, dan kedengarannya kejam mengingat apa yang telah ia lakukan dengan tim ini, tetapi mereka terus-menerus gagal setelah berada di posisi yang kuat.

Namun, gambaran performa Arsenal tidak sepenuhnya suram.

Di Liga Champions, Arsenal tampil luar biasa dengan mencatatkan rekor kemenangan sempurna di fase grup, mencetak tujuh kemenangan dari tujuh laga dan memastikan tempat di babak 16 besar.

Ini menjadi pencapaian penting di bawah arahan Arteta dan memperlihatkan progres kompetitif tim di arena Eropa.

Sementara di Premier League, meskipun baru saja tergelincir, Arsenal masih memimpin klasemen dan tetap berada dalam jalur persaingan gelar. 

Kekalahan tadi pekan membuat perburuan juara menjadi lebih ketat, tetapi mereka masih unggul dengan poin atas pesaing seperti Manchester City dan Aston Villa.

Tak hanya soal hasil, taktik Arteta juga menjadi bahan perdebatan.

Beberapa kritikus menganggap gaya permainan Arsenal saat ini terlalu konservatif atau “terlalu berhati-hati”, meskipun defensif yang kuat dan dominasi bola mati menjadi landasan kekuatan tim.

Legenda sepak bola dan analis pun ikut menyuarakan pendapatnya.

Misalnya, Wayne Rooney menilai Arteta tampak panik dalam pengambilan keputusan taktikal saat menghadapi tekanan besar, dan ini ikut memengaruhi performa tim di laga-laga penting.

Kondisi ini berarti Arteta menghadapi musim penuh tekanan: klub yang haus gelar, media yang intens, serta pendukung yang berharap lebih setelah beberapa musim finis dekat juara namun belum berhasil mengangkat trofi besar.

Sejatinya, jika Arsenal berhasil menutup musim dengan satu atau lebih gelar, baik di Premier League atau Liga Champions, reputasi Arteta justru akan menguat.

Namun, jika lagi-lagi finish tanpa trofi meski performa awal memberi harapan, maka spekulasi soal nasibnya di Emirates Stadium tidak bisa dihindari.

Nasib Arteta musim ini tergantung pada hasil akhir musim, bukan hanya sekadar posisi di klasemen. 

Arsenal membutuhkan gelar untuk menenangkan kritik dan memenuhi ekspektasi tinggi para pendukung, atau manajer itu harus bersiap menghadapi konsekuensinya.

(tsy)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:01
01:28
05:06
02:41
02:06
02:28

Viral