- REUTERS/Daniele Mascolo
Gerak Cepat AC Milan Jelang Bursa Transfer Ditutup: Bek Baru Jadi Prioritas, Ake hingga Dragusin Masuk Daftar Beli
Jakarta, tvOnenews.com – Bursa transfer musim dingin 2026 semakin mendekati garis akhir, namun AC Milan belum sepenuhnya menutup pintu pergerakan. Meski aktivitas mereka terlihat tenang, Rossoneri tetap menyimpan kewaspadaan terhadap peluang yang bisa muncul di saat-saat terakhir.
Setelah merekrut Niclas Füllkrug pada awal Januari, Milan seolah memilih menahan diri. Namun, manajemen menyadari bahwa dinamika bursa transfer kerap berubah cepat, terutama menjelang penutupan.
Situasi tersebut membuat Milan tetap siaga meski tanpa rencana belanja besar. Prinsip kehati-hatian terus dijaga, sementara fleksibilitas menjadi kunci jika ada kesempatan yang dinilai tepat.
Fokus utama Milan saat ini masih tertuju pada sektor pertahanan. Lini belakang dinilai membutuhkan tambahan kedalaman, terutama untuk menghadapi padatnya jadwal hingga akhir musim.
Tuttosport melaporkan adanya kemungkinan sejumlah pemain meminta pindah demi mendapatkan menit bermain reguler. Kondisi ini berpotensi selaras dengan kebutuhan Milan yang tengah mencari solusi efisien di lini belakang.
Nama Nathan Ake menjadi salah satu yang mencuat ke permukaan. Bek Manchester City tersebut dikabarkan telah menjalin kontak awal melalui agen dengan pihak Milan.
Ake sendiri tengah mengalami kesulitan mendapatkan menit bermain reguler di bawah asuhan Pep Guardiola. Namun, Manchester City belum menunjukkan keinginan kuat untuk melepasnya, terutama karena badai cedera yang melanda lini pertahanan mereka.
Meski demikian, situasi masih bisa berubah jika sang pemain mengambil inisiatif. Ake disebut ingin tampil lebih sering demi menjaga peluangnya bersama tim nasional Belanda.
Pelatih timnas Belanda, Ronald Koeman, secara terbuka menginginkan Ake mendapatkan jam terbang lebih tinggi. Faktor Piala Dunia menjadi pertimbangan penting dalam menentukan langkah sang pemain.
Selain Ake, Milan juga terus dikaitkan dengan Radu Dragusin. Bek Tottenham Hotspur itu kesulitan menembus tim utama dan disebut terbuka untuk mencari tantangan baru.
Dragusin bukan nama asing bagi sepak bola Italia. Pengalamannya bersama Genoa dan Juventus membuatnya dianggap sebagai opsi menarik, terutama jika tersedia melalui skema peminjaman dengan opsi pembelian.
Bagi Milan, skema tersebut sangat sejalan dengan kebijakan finansial klub saat ini. Mereka ingin memperkuat tim tanpa mengambil risiko besar di tengah musim.
Namun, bukan hanya dua nama itu yang dipantau Milan. Rossoneri juga mewaspadai kemungkinan munculnya sosok misterius di menit-menit akhir bursa transfer.
Pemain surplus dari klub-klub besar Eropa bisa saja meminta dilepas demi mendapatkan peran lebih besar. Sosok inilah yang kerap disebut sebagai “Mister X” dalam dinamika pasar transfer.
Situasi seperti ini bukan hal baru bagi Milan. Beberapa transfer penting di masa lalu justru terjadi ketika peluang muncul secara tiba-tiba.
Manajemen Milan memahami bahwa kesabaran dan kesiapan harus berjalan beriringan. Mereka tidak ingin bertindak gegabah, tetapi juga tak mau kehilangan kesempatan emas.
Dengan waktu yang semakin menipis, setiap keputusan akan memiliki dampak besar. Milan berusaha memastikan bahwa langkah apa pun yang diambil benar-benar memberi nilai tambah bagi tim.
Jika tidak ada peluang yang sesuai, Rossoneri siap menutup bursa transfer tanpa penyesalan. Namun jika celah terbuka, Milan siap bergerak cepat dengan perhitungan matang.
Pendekatan ini mencerminkan wajah baru Milan dalam beberapa musim terakhir. Klub kini lebih menekankan keseimbangan antara ambisi, rasionalitas, dan keberlanjutan jangka panjang.
Bursa transfer mungkin segera berakhir, tetapi cerita Milan belum tentu selesai. Di sepak bola modern, kejutan selalu bisa datang hingga detik terakhir.
(sub)