- AC Milan
Perlahan tapi Pasti, Investasi 38 Juta Euro AC Milan Mulai Terbayar: Sang Penerus Pirlo Tunjukkan Kualitas di Bawah Mentor Modric
Jakarta, tvOnenews.com - Musim pertama Ardon Jashari bersama AC Milan sejauh ini berjalan jauh dari kata mulus. Berbagai rintangan datang silih berganti dan membuat proses adaptasinya di San Siro terasa berat sejak awal.
Proses transfer Jashari sendiri sudah menyita banyak energi sebelum ia benar-benar mengenakan seragam merah hitam. Negosiasi panjang antara Milan dan Club Brugge yang berlangsung selama berbulan-bulan sempat membuat kepindahannya berada di ujung tanduk.
Ketika akhirnya resmi bergabung, tantangan belum berhenti di situ. Enam bulan pertamanya di Milan diwarnai ketidakstabilan performa serta situasi yang naik turun.
Harapan besar langsung dibebankan di pundaknya seiring banderol mahal yang mencapai 38 juta euro. Status tersebut membuat setiap sentuhan dan penampilannya tak luput dari sorotan publik.
Situasi semakin rumit ketika Jashari mengalami cedera patah kaki dalam sesi latihan pada akhir Agustus. Cedera tersebut memaksanya menepi lebih dari dua setengah bulan dan menghentikan proses adaptasi yang baru saja dimulai.
Ia baru bisa kembali merumput pada akhir November dengan kondisi fisik yang belum sepenuhnya ideal. Sejak saat itu, fokus utama Jashari adalah menemukan kembali ritme permainan dan membangun kepercayaan diri.
Perlahan tapi pasti, gelandang asal Swiss tersebut mulai menapaki kembali jalannya. Dilansir dari Sempremilan, ia bekerja dari bawah dan berusaha naik dalam urutan pemain yang dipercaya tampil oleh pelatih Massimiliano Allegri.
Namun, persaingan di lini tengah Milan bukan perkara sederhana. Di depannya berdiri Luka Modric, legenda hidup sepak bola yang meski berusia 40 tahun masih menjadi pusat kendali permainan.
Bagi Jashari, situasi ini menuntut kesabaran ekstra. Ia dituntut belajar, mengamati, dan menyerap pengalaman dari salah satu gelandang terbaik dalam sejarah sepak bola modern.
Allegri sendiri menyadari potensi besar yang dimiliki Jashari. Sang pelatih melihat kualitas teknis, visi bermain, serta karakter kuat yang bisa berkembang seiring waktu dan menit bermain.
Dalam beberapa penampilan terakhir, tanda-tanda kebangkitan mulai terlihat. Jashari tampil dengan determinasi lebih kuat, berani dalam duel, dan tidak ragu mengambil tanggung jawab.
Hal tersebut tercermin saat ia mendapat kesempatan bermain sekitar 20 menit dalam laga melawan Bologna. Meski singkat, kontribusinya menunjukkan energi, keinginan, dan kepribadian yang dibutuhkan Milan.
Tidak bisa dimungkiri, label harga mahal sempat menjadi beban mental bagi Jashari. Tekanan itu terasa semakin berat setelah ia harus kembali dari cedera panjang.
Namun kini, perlahan bayang-bayang tersebut mulai memudar. Jashari tampil lebih lepas, fokus pada permainan, dan tidak lagi terbebani ekspektasi berlebihan.
AC Milan pun melihat fase ini sebagai titik balik yang penting. Klub percaya proses panjang yang dilalui Jashari akan membentuknya menjadi pemain yang lebih matang.
Di bawah bayang-bayang Modric, Jashari belajar tanpa tergesa-gesa. Ia menapaki jalannya sendiri dengan keyakinan bahwa waktunya untuk bersinar akan datang.
Jika konsistensi dan kesabaran terus terjaga, Milan berpeluang memetik hasil dari investasi besar mereka. Ardon Jashari kini mulai menunjukkan bahwa potensi 38 juta euro itu bukan sekadar angka di atas kertas.
(sub)