- REUTERS/Rodrigo Antunes
Jose Mourinho Menampik Klaim Vinicius Junior Jadi Korban Rasisme di Laga Benfica Kontra Real Madrid
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Benfica, Jose Mourinho, menampik klaim Vinicius Junior, yang menyebut dirinya sebagai korban rasisme. Itu terjadi saat Benfica menjamu Real Madrid di Estadio da Luz.
Pada Rabu (18/2/2026) dini hari WIB, kedua tim bertemu lagi di Liga Champions untuk babak yang berbeda. Setelah kemenangan 4-2 pada laga terakhir fase liga, Benfica menjamu Madrid lagi untuk playoff babak 16 besar Liga Champions.
Sayangnya, tak seperti pada tiga pekan lalu, As Aguias menderita kekalahan dengan skor 0-1 dalam laga semalam. Gol Vinicius Junior yang memaksimalkan bola dari Kylian Mbappe pada menit ke-50 menjadi satu-satunya pembeda.
Dalam situasi tersebut, Vinicius melakukan selebrasi di depan para fans Benfica. Namun, dia mengaku mendapatkan perlakuan rasis dengan disebut “monyet” oleh pemain Benfica, Gianluca Prestiannini.
Wasit Francois Letexier kemudian menerapkan prosedur rasisme FIFA dengan menunda laga selama sekitar 10 menit. Vinicius menepi dan berbicara kepada pelatih Alvaro Arbeloa dan juga Jose Mourinho.
The Special One kemudian dikartu merah karena protes terlalu keras. Namun, itu tidak menghentikannya untuk menyampaikan isi pikirannya.
Dia mencurigai klaim Vinicius karena sang penyerang asal Brasil sering menjadi korban rasisme. Sebelumnya, dia memang kerap menjadi sasaran rasisme di Liga Spanyol.
“Ada sesuatu yang salah karena itu terjadi di setiap stadion. Sebuah stadion ketika Vinicius bermain, maka sesuatu terjadi, selalu,” kata Mou kepada Amazon Prime.
“Begini, saya berkata bahwa itu adalah permainan sepak bola yang bagus selama 50 menit. Saya yakin bahwa semua orang di dunia menyaksikannya. Gol yang gila dan kemudian permainan selesai,” tambahnya.
Mourinho berupaya menampik klaim Vinicius. Dia menekankan bahwa perayaan Vinicius di depan para fans Benfica adalah sesuatu yang tidak perlu.
"Saya melihat dua hal yang sangat berbeda. Saya ingin mandiri, dan saya tidak berkomentar tentang itu. Saya mengatakan hal itu persis kepadanya [Vinícius],” katanya.
"Saya mengatakan kepadanya [Vinicius] - ketika Anda mencetak gol seperti itu, Anda hanya merayakan dan berjalan kembali. Ketika dia berdebat tentang rasisme, saya mengatakan kepadanya bahwa orang terbesar [Eusebio] dalam sejarah klub ini adalah orang kulit hitam," sambung Mourinho.