- AFC
Media Vietnam Soroti Insiden Oknum Suporter Masuk ke Lapangan Usai Kemenangan 1-0 Persib atas Ratchaburi di ACL 2
Jakarta, tvOnenews.com - Persib Bandung harus mengubur mimpi melangkah ke perempat final AFC Champions League Two musim 2025/2026. Skuad Maung Bandung memang menang 1-0 atas Ratchaburi FC pada leg kedua babak 16 besar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Rabu malam.
Kemenangan di kandang sendiri itu belum cukup untuk mengubah nasib. Persib tetap tersingkir karena kalah agregat 1-3 dari wakil Thailand tersebut.
Situasi itu tak lepas dari hasil leg pertama yang mengecewakan. Pada pertemuan sebelumnya di markas Ratchaburi, Persib tumbang dengan skor telak 0-3.
Sejak peluit awal dibunyikan, Persib tampil agresif untuk mengejar defisit gol. Tekanan mereka sempat membuahkan hasil pada menit keenam lewat tandukan Berguinho memanfaatkan umpan Patricio Matricardi, tetapi gol dianulir karena offside.
Peluang emas kembali hadir pada menit ke-23 melalui sepakan keras kaki kiri Berguinho dari luar kotak penalti. Bola masih mampu ditepis kiper Kampon Phatommakkakul sehingga skor tetap bertahan.
Atmosfer pertandingan kian memanas seiring jual beli serangan sepanjang babak pertama. Sejumlah pelanggaran keras pun mewarnai laga dan berujung kartu kuning bagi kedua tim.
Kebahagiaan publik tuan rumah akhirnya pecah pada menit ke-39 saat Andrew Jung menjebol gawang Ratchaburi. Gol tersebut sempat dianulir, tetapi wasit Majed Mohammed Al Shamrani asal Arab Saudi mengesahkannya setelah meninjau tayangan VAR.
Keunggulan 1-0 membuat agregat berubah menjadi 1-3 dan menjaga asa Persib tetap hidup. Namun petaka datang di penghujung babak pertama ketika Uilliam Barros diganjar kartu merah pada menit 45+7 akibat pelanggaran keras terhadap Jonathan Khemdee.
- Instagram @persib
Memasuki babak kedua, Persib yang bermain dengan 10 orang tetap menunjukkan daya juang tinggi. Tekanan demi tekanan dilancarkan meski kalah jumlah pemain di lapangan.
Peluang matang tercipta pada menit ke-74 saat umpan tarik Beckham Putra Nugraha menemui Layvin Kurzawa. Sayangnya, penyelesaian akhir masih mampu diamankan kiper Ratchaburi.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 tidak berubah. Hasil itu memastikan langkah Persib terhenti di babak 16 besar ACL 2.
Sayangnya, perjuangan para pemain ternoda insiden seusai laga. Sejumlah oknum suporter dilaporkan masuk ke lapangan dan memicu kericuhan.
Peristiwa tersebut langsung menjadi sorotan media di kawasan ASEAN. Salah satunya media Vietnam, Soha.vn, yang menyoroti kejadian di Bandung dengan nada terkejut.
Dalam laporannya, Soha.vn menulis judul bernada keras tentang oknum suporter yang menyerbu lapangan usai timnya tersingkir. Mereka menggambarkan situasi ketika wasit dan pemain Thailand harus berlari menyelamatkan diri.
Media tersebut menarasikan para pemain Ratchaburi dan perangkat pertandingan bergegas menuju ruang ganti demi keamanan. Suasana yang semula kompetitif berubah menjadi momen penuh kepanikan.
“Para penggemar Indonesia menyerbu lapangan, mengejar wasit dan para pemain Thailand, memaksa tim tamu untuk berlari ke ruang ganti!” tulis Soha.vn.
“Suasana sepak bola di Asia Tenggara kembali bergejolak menyusul insiden kacau setelah pertandingan antara Persib Bandung dan Ratchaburi FC di babak 16 besar AFC Champions League 2,” lanjut media tersebut.
“Pertandingan tersebut berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, tetapi alih-alih berakhir dalam suasana yang benar-benar sportif, semuanya justru ditutup dengan adegan yang mengejutkan banyak orang,” tambahnya.
Soha.vn menyebut insiden itu kembali mengguncang atmosfer sepak bola Asia Tenggara. Pertandingan yang seharusnya berakhir sportif justru ditutup dengan adegan yang mencoreng citra kompetisi.
Kejadian ini pun memantik kekhawatiran soal keamanan stadion di Indonesia. Perilaku segelintir oknum dinilai mencederai nilai sportivitas dan ketertiban yang selama ini dijunjung tinggi.
Di akhir laporannya, media Vietnam itu menegaskan bahwa sepak bola memang sarat emosi. Namun ketika luapan kekecewaan melampaui batas, dampaknya bukan hanya merusak citra, tetapi juga membahayakan keselamatan semua pihak di lapangan.
(sub)