news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pemain Keturunan Indonesia di Liga Belanda, Mauresmo Hinoke.
Sumber :
  • instagram.com/toposs

Pernah Cetak Gol untuk Timnas Indonesia ke Gawang Jepang, Wonderkid Liga Belanda Ini Dilarang FIFA Dinaturalisasi, Ada Apa?

Impian membela Timnas Indonesia yang sempat menguat dalam diri wonderkid keturunan ini pupus. FIFA melarang proses naturalisasi sang permata Liga Belanda itu.
Jumat, 20 Februari 2026 - 14:24 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Impian membela Timnas Indonesia yang sempat menguat dalam diri salah satu wonderkid keturunan ini akhirnya dipastikan pupus. FIFA melarang proses naturalisasi sang permata Liga Belanda tersebut karena terganjal aturan khusus yang tak bisa ditawar.

Timnas Indonesia akan menghadapi dua agenda penting pada 2026 menyusul penunjukan John Herdman sebagai pelatih kepala yang baru. Agenda terdekat skuad Garuda adalah melakoni turnamen persahabatan internasional bertajuk FIFA Series 2026 yang rencananya digelar terpusat di Jakarta pada akhir Maret mendatang.

Pada ajang dua tahunan tersebut, Indonesia bertindak sebagai tuan rumah dengan menyambut tiga negara dari konfederasi berbeda, yakni Bulgaria, Kepulauan Solomon, serta Saint Kitts dan Nevis. Turnamen ini menggunakan format gugur yang dimulai dari semifinal, dilanjutkan dengan perebutan tempat ketiga, hingga partai final.

Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, mengonfirmasi bahwa Indonesia yang kini berada di peringkat 122 dunia akan menghadapi Saint Kitts dan Nevis pada semifinal pertama. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 27 Maret 2026 pukul 20.00 WIB, setelah semifinal lain mempertemukan Bulgaria kontra Kepulauan Solomon.

Pemenang dari masing-masing semifinal akan kembali bertemu di partai puncak pada 30 Maret pukul 20.00 WIB. Sementara dua tim yang kalah akan memperebutkan posisi ketiga pada hari yang sama pukul 15.30 WIB.

Turnamen ini sekaligus menjadi panggung debut resmi bagi Herdman sejak diperkenalkan pada pertengahan Januari lalu. Setelah itu, skuad Garuda akan bersiap menghadapi Piala ASEAN pada akhir Juli serta rangkaian kualifikasi menuju Piala Asia 2027 di Arab Saudi.

Sejak awal menjabat, Herdman sudah memberi sinyal akan menambah amunisi melalui jalur naturalisasi. Ia menilai Indonesia membutuhkan pemain berlevel tinggi yang terbiasa bersaing di kompetisi elite Eropa.

Pelatih baru Timnas Indonesia John Herdman
Sumber :
  • PSSI

Kehadiran pemain keturunan dengan pengalaman internasional dianggap penting untuk mengangkat standar permainan tim. Mereka diharapkan mampu berbaur dengan semangat juang para pemain lokal yang selama ini menjadi identitas Garuda.

Jauh sebelum era kepelatihan baru ini, Timnas Indonesia memang sudah akrab dengan pemain diaspora. Salah satu nama yang sempat mencuri perhatian adalah Mauresmo Hinoke.

Pemain berusia 20 tahun itu pernah membela Timnas Indonesia U-20 di ajang Toulon Tournament 2024 di Prancis. Ia bahkan mencetak gol indah ke gawang Jepang dan menjadi sorotan berkat performa impresifnya sepanjang turnamen.

Sepanjang ajang tersebut, Hinoke tampil dalam lima pertandingan dan menjadi andalan pelatih Indra Sjafri. Penampilannya memunculkan harapan besar agar ia bisa melanjutkan karier bersama tim senior.

Namun harapan itu harus kandas di tengah jalan. FIFA secara resmi tidak mengizinkan proses naturalisasinya untuk dilanjutkan karena terbentur regulasi yang berlaku.

Hinoke yang kini bermain untuk TOP Oss di kasta kedua Liga Belanda sebenarnya tampil cukup menjanjikan. Musim ini ia mencatatkan 26 penampilan dengan torehan empat gol dan satu assist.

Masalah muncul pada aspek regulasi garis keturunan yang menjadi syarat utama perpindahan asosiasi. Darah Indonesia yang dimilikinya berasal dari buyut, sehingga tidak memenuhi ketentuan batas generasi yang diatur FIFA.

Mauresmo Hinoke Cetak Gol di Liga Belanda
Sumber :
  • x.com/topossofficial

Dalam regulasi FIFA, perpindahan asosiasi melalui jalur keturunan hanya diperbolehkan hingga generasi ketiga, yakni kakek atau nenek kandung. Karena garis keluarga Hinoke berada di luar batas tersebut, ia dinyatakan tidak memenuhi syarat administrasi untuk membela Timnas Indonesia.

Meski jalur keturunan tertutup, peluang secara teori masih ada melalui mekanisme tinggal dan berkarier di Indonesia dalam jangka waktu tertentu. Namun syarat tersebut tentu tidak mudah dan membutuhkan komitmen panjang dari sang pemain.

Bagi publik sepak bola nasional, kabar ini jelas menjadi kekecewaan tersendiri. Sosok muda yang pernah menjebol gawang Jepang itu kini harus menyimpan mimpinya membela Merah Putih, setidaknya untuk saat ini.

(sub)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

21:54
05:06
03:36
29:02
04:42
05:28

Viral