news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kiper Juventus Michele Di Gregorio.
Sumber :
  • Juventus Official

Michele Di Gregorio Bikin Blunder, Luciano Spalletti Beri Pernyataan Mengejutkan usai Juventus Kalah dari Como

Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, enggan untuk membebani kesalahan kepada Michele Di Gregorio usai kekalahan dari Como. Sang penjaga gawang membuat kesalahan dalam penciptaan salah satu gol.
Minggu, 22 Februari 2026 - 14:56 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, enggan untuk membebani kesalahan kepada Michele Di Gregorio usai kekalahan dari Como. Sang penjaga gawang membuat kesalahan dalam penciptaan salah satu gol.

I Bianconeri gagal mengakhiri tren buruknya pada saat menjamu Lariani di Allianz Stadium, Turin pada Sabtu (21/2/2026) malam kemarin WIB. Mereka takluk dengan skor 0-2 akibat gol-gol dari Mergim Vojvoda dan Maxence Caqueret.

Gawang Di Gregorio sudah bergetar oleh tembakan tepat sasaran pertama yang dilepaskan oleh Como. Itu merupakan ke-13 kalinya Juve kebobolan oleh tembakan tepat sasaran pertama di Serie A musim ini.

Di Gregorio sudah sering dikritisi pada musim ini. Namun demikian, Luciano Spalletti enggan untuk membebani kekalahan ini kepada sang penjaga gawang seorang.

Sang juru taktik juga menekankan bahwa ada kesalahan Weston McKennie dalam melakukan back pass. Kemudian, lini pertahanan Juve juga tidak bertindak dengan baik.

“Di Gregorio tidak memiliki tanggung jawab ekstra dibandingkan rekan-rekan setimnya. Dia membuat kesalahan, sama seperti operan back pass yang menjadi kesalahan dalam penciptaan gol,” kata Spalletti kepada DAZN Italia.

“Semua orang bisa bertahan dengan lebih baik lagi dalam situasi tersebut, tidak kehilangan bola dengan mudah, tanggung jawab harus dibagi,” tambahnya.

Juventus kini berada dalam rangkaian lima laga beruntun tanpa kemenangan di semua ajang. Sebanyak empat di antaranya adalah kekalahan dan Spalletti menekankan adanya masalah psikologis yang dihadapi anak-anak asuhnya.

“Dalam hal ini, lawan kita adalah diri kita sendiri. Jika kita bisa menyelesaikan beberapa hal di tingkat psikologis dan teknis, maka kita bisa menunjukkan kemampuan kita. Jika ini level kita, maka kita akan kalah dan tidak bisa memiliki ambisi untuk meraih hasil apa pun,” aku Spalletti.

Pertandingan berikutnya adalah melawan Galatasaray pada leg kedua babak playoff 16 besar Liga Champions. Spalletti menekankan bahwa Juve perlu kepercayaan diri untuk bisa mengatasi situasi ini.

“Ini semua tentang kepercayaan diri, bahwa kita memiliki kemampuan yang dibutuhkan. Kami telah berhasil menciptakan kepercayaan diri pada potensi kami, tetapi ketika kepercayaan diri dan rasa otoritas hilang,” tambahnya.

“Saya melihat umpan-umpan yang salah sasaran yang seharusnya tidak pernah dilakukan oleh pemain saya. Itu bukan sesuatu yang biasa terjadi, dan mereka merasa terjebak dalam situasi tersebut,” tukas Spalletti. (rda)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

21:54
05:06
03:36
29:02
04:42
05:28

Viral