- AC Milan
Investasi 8 Juta Euro AC Milan untuk Wonderkid 19 Tahun Dapat Sorotan Jurnalis Italia: Rossoneri Kembalikan Filosofi Lama
Jakarta, tvOnenews.com – Di penghujung bursa transfer Januari, AC Milan membuat langkah yang tak banyak disangka. Rossoneri mengamankan tanda tangan talenta muda Serie B, Alphadjo Cisse, dalam manuver yang terbilang senyap namun sarat makna.
Transfer ini diumumkan tepat pada hari terakhir jendela transfer musim dingin. Dalam pernyataan resmi klub, disebutkan bahwa Cissè akan tetap membela US Catanzaro 1929 hingga akhir musim dengan status pinjaman.
Keputusan tersebut bukan tanpa perhitungan matang. Milan ingin memberi ruang bagi sang pemain untuk terus berkembang di lingkungan yang sudah dikenalnya sebelum benar-benar menghadapi tekanan besar di San Siro.
Pada musim panas mendatang, Cissè dijadwalkan bergabung dengan skuad utama di bawah arahan Massimiliano Allegri. Ia akan mengikuti pramusim untuk dinilai apakah siap langsung bersaing atau masih membutuhkan waktu tambahan.
Usianya baru 19 tahun, namun nilainya menyentuh angka sekitar 8 juta euro plus bonus. Angka itu menunjukkan bahwa Milan bukan sekadar membeli potensi, melainkan juga menanam keyakinan untuk masa depan.
Langkah ini pun mendapat sorotan dari jurnalis senior Sky Italia, Peppe Di Stefano. Dalam wawancara terbarunya, ia menyebut transfer Cissè sebagai cerminan filosofi “Milan lama” yang dahulu dikenal piawai memburu bakat muda.
Menurut Di Stefano, inilah tipe perekrutan yang seharusnya menjadi identitas klub. Milan, katanya, perlu berani mengambil risiko terukur terhadap pemain muda dengan prospek besar.
Ia menegaskan bahwa tidak ada jaminan setiap transfer akan berbuah manis. Namun tanpa keberanian mengambil langkah seperti ini, klub besar akan kesulitan membangun fondasi jangka panjang.
Secara teknis, Cissè dinilai sebagai salah satu pemain muda paling menonjol di Serie B musim ini. Ia memiliki insting menyerang yang tajam serta kontribusi gol yang impresif untuk pemain seusianya.
Karakter permainannya juga menarik untuk dicermati. Meski bertubuh kuat dan dominan secara fisik, ia tetap agresif membantu serangan dan mampu bermain sebagai winger yang tidak konvensional.
Bagi Milan, pendekatan ini bukan sekadar investasi finansial. Ini adalah wujud kesabaran dalam membangun generasi baru tanpa harus selalu mengandalkan nama besar.
Di Stefano pun mengingatkan bahwa dalam model seperti ini, kegagalan tetap mungkin terjadi. Satu atau dua pemain bisa saja tidak berkembang sesuai harapan dan akhirnya dilepas kembali ke pasar.
Namun di sisi lain, peluang keberhasilan selalu terbuka lebar. Jika satu atau dua nama mampu menembus tim utama dan tampil reguler, maka seluruh proses pembinaan itu akan terbayar lunas.
Kini, publik San Siro hanya bisa menanti bagaimana perjalanan Cissè akan berkembang. Apakah ia benar-benar menjadi simbol kebangkitan strategi lama Milan atau sekadar satu bab kecil dalam proyek besar yang sedang dirintis ulang.
(sub)