- REUTERS/Umit Bektas
Nasib Luciano Spalletti dan CEO Juventus di Ujung Tanduk Jelang Laga Kontra Galatasaray
Jakarta, tvOnenews.com - Kabar dari Italia mengatakan bahwa pemilik Juventus, John Elkann, akan membuat penilaian pada pekan ini. Nasib Luciano Spalletti beserta CEO Damien Comolli berada di ujung tanduk.
Si Nyonya Tua akan menjamu Galatasaray di Allianz Stadium, Turin pada Kamis (26/2/2026) dini hari WIB. Itu merupakan laga leg kedua playoff 16 besar Liga Champions.
Bianconeri masih punya peluang lolos ke babak 16 besar. Namun demikian, peluangnya sangat kecil setelah kekalahan telak dengan skor 2-5 dari leg pertama di Istanbul pada pekan lalu.
Juve kini harus menang dengan selisih empat gol untuk mengatasi ketertinggalan dari leg pertama. Situasi semakin sulit setelah kekalahan dengan skor 0-2 dari Como di akhir pekan kemarin.
Si Nyonya Tua kini berada dalam rangkaian lima laga beruntun tanpa kemenangan. Empat di antaranya adalah kekalahan, dengan kekalahan selalu terjadi pada tiga laga terakhir di semua ajang.
Tak hanya ke babak 16 besar di musim ini, Juve terancam gagal lolos ke Liga Champions pada musim depan. Mereka wajib menang atas AS Roma dalam lawatan ke Stadio Olimpico pada akhir pekan nanti.
Dua laga ke depan tampaknya akan menentukan untuk beberapa pejabat penting di skuad. Menurut La Gazzetta dello Sport, Damien Comolli dan Luciano Spalletti bisa kena dampaknya.
Spalletti tadinya hendak mendapatkan perpanjangan kontrak. Namun demikian, situasi berubah untuk pelatih berusia 66 tahun itu belakangan.
Jika Juventus gagal lolos ke Liga Champions musim depan, maka Spalletti bisa didepak di akhir musim. Hal yang sama bisa terjadi kepada Damien Comolli.
Pria asal Prancis itu baru bergabung pada musim panas lalu sebagai General Manajer. Kemudian, di bulan November, Comolli dipromosikan sebagai CEO.
Selagi Spalletti bertanggung jawab untuk hasil di lapangan, Comolli merupakan sosok yang memengaruhi rencana transfer Juventus. Dia pantas bertanggung jawab untuk sejumlah perekrutan yang gagal.
Football-Italia menyoroti rekrutan yang gagal seperti Edon Zhegrova dan Lois Openda. Mereka digaet pada musim panas lalu dengan status yang berbeda.
Zhegrova direkrut secara permanen dari Lille, sedangkan Openda dipinjam dari RB Leipzig. Namun, Juve wajib untuk mempermanenkannya seharga 45 juta euro.
Sebagaimana dilaporkan oleh jurnalis Fabrizio Romano, itu adalah syarat yang mudah untuk dijangkau. Untuk kesepakatan Openda berubah dari opsi menjadi kewajiban untuk dipermanenkan, Juve hanya perlu finis di 10 besar.
Kesepakatan sang penyerang asal Belgia ini terbilang merugikan. Sebab, dia hanya bisa mencetak dua gol dari 34 laga di semua ajang pada musim ini. (rda)