- REUTERS/Murad Sezer
Termasuk Juventus, 3 Raksasa Eropa yang Berpotensi Gugur di Leg 2 Playoff 16 Besar Liga Champions Musim Ini
Jakarta, tvOnenews.com - Kompetisi antarklub paling elite di Eropa, Liga Champions, kembali memasuki fase krusial pada leg kedua playoff 16 besar, Rabu (25/02/2026) dini hari WIB. Sejumlah raksasa seperti Juventus, Inter Milan, hingga Real Madrid bersiap menjalani laga hidup-mati demi tiket ke babak berikutnya.
Pada leg pertama pekan lalu, sejumlah hasil mengejutkan mewarnai panggung Eropa. Klub-klub besar kini dipaksa bekerja lebih keras untuk membalikkan agregat dan menghindari pulang lebih cepat dari kompetisi paling bergengsi tersebut.
Real Madrid ikut menjadi sorotan meski membawa modal kemenangan tipis 1-0 atas Benfica. Keunggulan tersebut belum sepenuhnya aman sehingga Kylian Mbappe dan rekan-rekannya tetap wajib tampil disiplin saat menjamu wakil Portugal itu.
Di pertandingan lain, Paris Saint-Germain berada dalam posisi cukup nyaman usai menundukkan AS Monaco dengan skor 3-2. Borussia Dortmund juga berada di atas angin setelah menang 2-0 atas Atalanta, sementara Newcastle United tampil dominan saat membungkam Qarabag FK 6-1.
Namun, sorotan terbesar justru tertuju pada tiga tim besar yang sedang berada di ujung tanduk. Juventus, Inter Milan, dan Atletico Madrid terancam tersingkir apabila gagal membalikkan keadaan pada leg kedua.
Juventus
Juventus menghadapi misi yang nyaris mustahil setelah takluk 2-5 dari Galatasaray di leg pertama. Si Nyonya Tua membutuhkan kemenangan dengan selisih minimal tiga gol di kandang sendiri untuk menjaga asa tetap hidup.
Tantangan itu memang berat, tetapi sejarah pernah mencatat kebangkitan dramatis klub asal Turin tersebut. Pada musim 2018/19, mereka sempat kalah 0-2 dari Atletico Madrid di leg pertama babak 16 besar.
Di leg kedua, Cristiano Ronaldo tampil sebagai pahlawan lewat hat-trick spektakuler. Kemenangan 3-0 memastikan Juventus lolos dengan agregat 3-2 dalam salah satu comeback paling ikonik di kompetisi ini.
Inter Milan
Inter Milan juga berada dalam tekanan besar usai kalah 1-3 dari FK Bodø/Glimt. Bermain di San Siro, Nerazzurri wajib tampil agresif sekaligus disiplin untuk menutup defisit dua gol.
Meski situasinya tidak mudah, Inter memiliki memori manis tentang kebangkitan di panggung Eropa. Pada 1965, mereka pernah membalikkan kekalahan 1-3 di leg pertama menjadi kemenangan 3-0 pada leg kedua melawan Liverpool.