- Reuters
Jose Mourinho Bungkam Usai Dikecam, Tekanan Publik Makin Panas Gegara Vinicius Junior!
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Jose Mourinho menghadapi gelombang kritik keras setelah komentarnya terkait Vinicius Junior dalam laga Liga Champions antara Benfica dan Real Madrid.
Kontroversi bermula ketika Vinicius mencetak gol dan melakukan selebrasi di depan tribun pendukung tuan rumah. Situasi memanas saat pertandingan sempat dihentikan selama 10 menit setelah pemain asal Brasil itu melaporkan dugaan perilaku rasis kepada wasit.
Pemain Benfica, Gianluca Prestianni, dituduh melontarkan kata-kata ofensif.
Meski membantah tudingan rasis dan mengklaim hanya menggunakan kata-kata bernada homofobik, UEFA tetap menjatuhkan skorsing satu pertandingan sambil menunggu hasil investigasi lebih lanjut.
Ia terancam hukuman lebih berat jika terbukti bersalah.
Komentar Mourinho Picu Amarah
Seusai pertandingan, Mourinho justru membela anak asuhnya dan menilai selebrasi Vinicius tidak sopan.
Ia juga menegaskan bahwa Benfica bukan klub dengan sejarah rasisme.
“Di setiap stadion tempat Vinicius bermain, sesuatu terjadi,” ujar Mourinho.
Pernyataan itu langsung menuai reaksi publik. Banyak pihak menilai komentar tersebut terkesan menyalahkan korban alih-alih menunggu hasil penyelidikan resmi.
John Obi Mikel: Itu Kesalahan Serius
Mantan gelandang Chelsea, John Obi Mikel, yang pernah bekerja sama dengan Mourinho, secara terbuka mengkritik mantan pelatihnya itu.
Dalam podcast pribadinya, Mikel menyebut Mourinho telah “berbicara sembarangan” dan melakukan kesalahan besar.
Ia menilai Mourinho seharusnya menyerukan penolakan terhadap rasisme dan menunggu hasil investigasi, bukan mengomentari selebrasi Vinicius.
Menurut Mikel, Mourinho cukup cerdas untuk menyadari kekeliruannya dan perlu segera menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.
“Siapa pun yang pernah bekerja dengannya tahu bahwa dia tidak mentolerir rasisme. Tapi ini kesalahan serius,” tegas Mikel.
Mourinho Bungkam
Di tengah tekanan yang meningkat, Mourinho memilih tidak memberikan komentar tambahan.
Ia juga dipastikan tidak akan menghadiri konferensi pers jelang leg kedua di Madrid karena larangan mendampingi tim di pinggir lapangan.
Sementara itu, masa depan Prestianni masih belum pasti. Jika investigasi UEFA membuktikan adanya unsur rasisme, hukuman berat menanti pemain muda tersebut.
Kontroversi ini kembali mengingatkan bahwa isu rasisme di sepak bola Eropa masih menjadi persoalan sensitif yang membutuhkan sikap tegas dari semua pihak, termasuk figur besar seperti Mourinho.(lgn)