- REUTERS/Violeta Santos Moura
Jurnalis Italia Bongkar Borok Internal AC Milan: Ini Alasan Allegri Tak Lagi Harmonis dengan Furlani dan Zlatan
Jakarta, tvOnenews.com – Situasi internal AC Milan kembali menjadi sorotan. Kali ini, yang mencuat bukan soal hasil pertandingan, melainkan relasi antara pelatih dan jajaran manajemen klub yang disebut tengah merenggang.
Direktur Sportitalia, Michele Criscitiello, secara terbuka menyampaikan kekhawatirannya. Ia menyebut hubungan antara Massimiliano Allegri dan para petinggi klub sedang berada di titik terendah.
Secara klasemen, Milan sebenarnya menunjukkan progres signifikan dibanding musim lalu. Setelah finis di posisi kedelapan pada musim 2024-25 yang penuh kekacauan, kini Rossoneri duduk di peringkat kedua dan berada di jalur kembali ke Liga Champions.
Namun, di balik angka-angka yang terlihat menjanjikan itu, tersimpan dinamika yang tidak sederhana. Mimpi meraih Scudetto memang sempat hidup, tetapi dalam beberapa hari terakhir harapan tersebut disebut benar-benar memudar.
Criscitiello menilai persoalan utama terletak pada konstruksi skuad yang sejak awal dinilai belum ideal. Menurutnya, ada celah yang tidak tertutup dengan baik dan kini mulai terasa dampaknya di atas lapangan.
Performa kandang yang tidak konsisten serta hasil kurang maksimal melawan tim papan bawah menjadi alarm tersendiri. Situasi ini berpotensi menggeser ambisi juara menjadi sekadar perjuangan mengamankan posisi empat besar.
Dalam pernyataannya di Sportitalia, Criscitiello menegaskan bahwa Allegri tidak puas dengan sejumlah aspek di dalam klub. Ia menyinggung ketidakjelasan di level korporasi hingga kebijakan transfer yang dinilai memicu kegelisahan.
Persoalannya bukan hanya soal pemain yang datang atau pergi, melainkan juga arah besar proyek yang sedang dijalankan. Seorang pelatih, menurutnya, membutuhkan kepastian visi untuk membangun tim yang kompetitif dalam jangka panjang.
Criscitiello bahkan menyebut Allegri mulai serius mempertimbangkan masa depannya. Jika sebelumnya hampir mustahil membayangkan Milan musim 2026-27 tanpa dirinya, kini skenario tersebut tidak lagi terdengar berlebihan.
Meski begitu, Allegri tetap menunjukkan profesionalisme di ruang ganti. Fokusnya saat ini jelas, membawa Milan finis di empat besar dan memastikan tiket Liga Champions kembali ke San Siro.
Namun di balik komitmen tersebut, muncul keraguan yang tak bisa diabaikan. Tanpa jaminan dan kepastian dari manajemen, keyakinannya untuk melanjutkan proyek bersama Rossoneri disebut tak lagi sekuat dahulu.
Hubungan dengan Zlatan Ibrahimovic dan Giorgio Furlani juga dikabarkan tidak lagi seharmonis beberapa bulan lalu. Padahal keduanya merupakan figur sentral dalam struktur kepemimpinan klub saat ini.
Dalam podcast Aura Sport, Criscitiello turut menyoroti absennya penyerang tengah murni sebagai kesalahan mendasar dalam perencanaan tim. Ia menilai bermain tanpa striker di klub sebesar Milan membuat tim kehilangan ancaman sekaligus rasa percaya diri di lini depan.
Eksperimen menempatkan Rafael Leao sebagai ujung tombak disebut lahir dari keterpaksaan situasi. Menurutnya, persoalan ini bukan sekadar soal taktik, melainkan konsekuensi dari perencanaan skuad yang kurang matang.
Pada akhirnya, sepak bola tetaplah soal hasil di lapangan. Jika dinamika internal tidak segera menemukan titik temu, bukan tidak mungkin musim yang semula menjanjikan justru berakhir dengan tanda tanya besar mengenai masa depan Allegri di Milan.
(sub)