news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Maarten Paes Akui Kekurangan Ini di Ajax.
Sumber :
  • Ajax

Capek-capek Lakukan 7 Penyelamatan, Debut Maarten Paes di Ajax Tetap Dikritik, Pengamat Belanda: Dia Menimbulkan Masalah

Debut Maarten Paes bersama Ajax Amsterdam diwarnai tujuh penyelamatan krusial, namun tetap menuai kritik dari pengamat Belanda. Simak selengkapnya.
Kamis, 26 Februari 2026 - 21:12 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Langkah awal Maarten Paes bersama Ajax Amsterdam ternyata belum sepenuhnya mendapat sambutan hangat.

Meski tampil cukup impresif di laga perdananya, kiper andalan Timnas Indonesia itu tetap tak luput dari sorotan tajam para analis sepak bola Belanda.

Paes menjalani debutnya pada Minggu, 22 Februari 2026, saat Ajax ditahan imbang 1-1 oleh NEC Nijmegen dalam lanjutan kompetisi Liga Belanda.

Ia dipercaya turun sebagai starter menyusul cedera yang dialami kiper utama, Vitezslav Jaros, yang dipastikan menepi hingga akhir musim.

Maarten Paes Bicara Soal Status Pelapis Usai Berhasil Debut di Ajax Amsterdam
Sumber :
  • Ajax

Dengan absennya Jaros, tanggung jawab besar kini berada di pundak Paes untuk mengawal gawang De Godenzonen dalam sisa musim yang krusial.

Secara angka, penampilan Paes sebenarnya layak diapresiasi. Kiper berusia 27 tahun itu mencatatkan tujuh penyelamatan penting sepanjang pertandingan.

Beberapa di antaranya terjadi dalam situasi satu lawan satu dan tembakan jarak dekat yang berpotensi mengubah jalannya laga.

Refleks cepat dan positioning yang cukup disiplin membuat Ajax terhindar dari kekalahan.

Pengalamannya bermain di MLS bersama FC Dallas sebelumnya terlihat membantu dalam menjaga ketenangan di bawah tekanan.

Namun, statistik apik tersebut belum cukup untuk membungkam kritik.

Pengamat senior Belanda, Valentino Driessen, justru menyoroti aspek lain dari permainan Paes yang dinilai masih perlu banyak pembenahan.

Menurut Driessen, persoalan utama bukan terletak pada kemampuan shot-stopping Paes, melainkan kontribusinya dalam membangun serangan dari lini belakang, sesuatu yang menjadi elemen penting dalam filosofi permainan Ajax.

"Dia (Maarten Paes) menyelamatkan beberapa bola bagus, tetapi terkadang dia menimbulkan masalah bagi para beknya dengan permainan membangun serangannya," kata Driessen dikutip dari Voetbal Primeur.

"Dia tidak terlalu percaya diri," tambahnya.

Komentar tersebut mengindikasikan bahwa Paes dinilai belum sepenuhnya nyaman memainkan bola dengan kaki, terutama dalam situasi ditekan lawan.

Maarten Paes di Ajax Amsterdam
Sumber :
  • Instagram @maartenpaes

Meski mengkritik Paes, Driessen juga tidak menutup mata terhadap persoalan kolektif tim.

Ia menilai lini pertahanan Ajax masih menyisakan celah, terutama dalam mengantisipasi bola mati.

"Dan dalam situasi sepak pojok, apa yang terjadi pada semua kiper Ajax adalah hal yang wajar. Itu adalah potensi gol," tambah Driessen.

Komentar itu merujuk pada lemahnya koordinasi pertahanan dalam mengawal situasi set-piece.

Ajax di bawah arahan pelatih Francesco Farioli memang lebih mengandalkan pendekatan zonal marking ketimbang man-to-man marking.

"Mereka tidak menggunakan penjagaan man-to-man, tetapi penjagaan zona. Semua orang berada di zona tertentu," pungkasnya.

Sistem ini membutuhkan konsentrasi dan komunikasi tinggi, baik dari bek maupun kiper. Dalam fase adaptasi, kesalahan kecil bisa berdampak besar.

Bagi Paes, bermain untuk Ajax jelas berbeda dibandingkan pengalaman sebelumnya.

Klub raksasa Belanda itu memiliki ekspektasi tinggi terhadap penjaga gawangnya, bukan hanya sebagai penyelamat di bawah mistar, tetapi juga sebagai inisiator serangan pertama.

Secara historis, Ajax dikenal mengusung gaya permainan berbasis penguasaan bola dan distribusi cepat dari belakang.

Karena itu, kemampuan bermain dengan kaki menjadi tuntutan mutlak.

Kritik terhadap Paes bisa dipandang sebagai bagian dari proses adaptasi di lingkungan kompetitif Eredivisie.

Meski debutnya memunculkan pro dan kontra, peluang Paes untuk membuktikan kualitasnya masih terbuka lebar.

Dengan jadwal padat hingga akhir musim dan absennya Jaros, ia akan mendapatkan menit bermain yang cukup untuk memperbaiki kekurangan yang disorot.

Bagi publik Indonesia, performa Paes tetap menjadi kabar positif.

Ia kini bersaing di level tertinggi sepak bola Belanda dan berpeluang membawa pengalaman berharga bagi Timnas Indonesia.

Debut gemilang memang belum cukup untuk memuaskan semua pihak. Namun, dalam sepak bola modern, kritik sering kali menjadi bahan bakar untuk berkembang.

Kini, yang ditunggu adalah bagaimana Maarten Paes menjawab hujatan tersebut dengan konsistensi.

(tsy)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:46
01:34
07:27
02:53
00:44
06:12

Viral