- REUTERS/Alessandro Garofalo
Akhiri Kutukan Derby dan Bawa AC Milan ke Papan Atas, Bukti Magis Massimiliano Allegri Belum Habis
Jakarta, tvOnenews.com – Massimiliano Allegri kembali membuktikan kapasitasnya sebagai salah satu pelatih terbaik di sepak bola modern setelah membawa AC Milan menaklukkan Inter dalam laga derby yang sarat gengsi. Kemenangan itu bukan sekadar tambahan tiga poin, tetapi juga menjadi sinyal kuat bagi manajemen klub mengenai arah masa depan tim.
Derby della Madonnina selalu memiliki makna lebih bagi Milan dan Inter. Pada kesempatan kali ini, kemenangan tersebut terasa semakin spesial karena datang di tengah proses kebangkitan Rossoneri sepanjang musim.
Seperti dilaporkan MilanNews, Allegri menjadi salah satu sosok paling berpengaruh di balik performa impresif Milan musim ini. Ia perlahan mampu meracik tim yang lebih solid meski sempat menghadapi berbagai rintangan dalam perjalanan kompetisi.
Hasilnya mulai terlihat di klasemen sementara. Milan kini berdiri kokoh di posisi kedua dengan peluang besar mengamankan tiket Liga Champions musim depan.
Harapan untuk meraih Scudetto memang belum sepenuhnya tertutup. Meski jaraknya tidak mudah dikejar, semangat dan konsistensi permainan Milan membuat mimpi itu tetap hidup hingga saat ini.
Situasi tersebut membuat sorotan kini beralih kepada manajemen klub. Jika Milan ingin benar-benar melanjutkan momentum kebangkitan ini, dukungan terhadap visi dan gagasan Allegri menjadi sesuatu yang tidak bisa ditawar.
Pengalaman pahit dalam dua musim terakhir masih membekas di benak para pendukung. Pada musim 2023-2024, Milan yang saat itu dilatih Stefano Pioli harus menelan kenyataan pahit setelah kalah enam kali berturut-turut dalam derby melawan Inter.
Perjalanan di kompetisi Eropa juga berakhir mengecewakan setelah mereka tersingkir dari Liga Europa oleh AS Roma. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa skuad Milan saat itu mulai kehilangan keseimbangan setelah melalui periode panjang yang melelahkan.
Musim berikutnya pun tidak berjalan lebih baik. Periode kepelatihan Paulo Fonseca dan Sergio Conceicao justru diwarnai suasana ruang ganti yang tidak stabil serta koordinasi tim yang semakin rapuh.
Masalah terbesar Milan dalam beberapa musim terakhir bukan semata soal kualitas individu pemain. Lebih dari itu, tim kehilangan kekompakan serta identitas permainan yang jelas di atas lapangan.