- REUTERS/Daniele Mascolo
Kontroversi Kemenangan AC Milan atas Inter di Laga Derbi, Eks Wasit Serie A Kritik Keputusan Blunder Pengadil Lapangan
Jakarta, tvOnenews.com – Laga Derby della Madonnina kembali menyisakan cerita panjang di luar lapangan. Kali ini, sorotan datang dari mantan wasit Serie A, Gianpaolo Calvarese, yang menilai ada keputusan keliru dari wasit Daniele Doveri dalam pertandingan antara AC Milan dan Inter.
Derby yang berlangsung panas itu akhirnya dimenangkan AC Milan dengan skor tipis 1-0. Gol semata wayang dalam pertandingan tersebut dicetak oleh bek kiri Rossoneri, Pervis Estupiñán.
Kemenangan tersebut membuat Milan pulang dengan kebanggaan besar dari laga sarat gengsi itu. Namun di sisi lain, Inter harus menelan kekecewaan setelah gagal memanfaatkan peluang untuk merebut poin penting.
Pelatih Inter, Cristian Chivu, kembali menghadapi tekanan setelah timnya tidak mampu tampil maksimal dalam laga besar. Nerazzurri dinilai bermain di bawah ekspektasi dalam pertandingan yang mempertemukan dua tim papan atas Serie A tersebut.
Padahal secara statistik musim ini Inter dikenal sebagai salah satu tim paling produktif di Italia. Mereka bahkan memiliki catatan gol terbaik di Serie A sepanjang musim berjalan.
Namun keunggulan tersebut tidak terlihat dalam laga derby ini. Inter kesulitan membangun serangan berbahaya dan hanya mencatat expected goals (xG) sebesar 0,53 hingga akhir pertandingan.
Angka itu mencerminkan betapa minimnya peluang bersih yang berhasil mereka ciptakan. Milan tampil lebih disiplin dan mampu mengontrol jalannya pertandingan dengan baik.
Meski begitu, drama sebenarnya muncul pada masa tambahan waktu babak kedua. Inter sempat mencetak gol yang berpotensi menyelamatkan mereka dari kekalahan di menit-menit akhir.
Namun gol tersebut tidak pernah masuk ke papan skor. Wasit Daniele Doveri sudah lebih dulu meniup peluit untuk menghentikan permainan sebelum bola akhirnya masuk ke gawang.
Keputusan itu langsung memicu reaksi keras dari para pemain dan staf pelatih Inter. Mereka merasa gol penyama kedudukan di detik-detik terakhir telah dianulir dalam situasi yang membingungkan.
Gianpaolo Calvarese kemudian memberikan analisisnya terkait momen kontroversial tersebut. Dalam wawancara dengan FCInter1908, ia menilai Doveri seharusnya mengambil keputusan berbeda dalam insiden itu.
Menurut Calvarese, begitu sepak pojok telah dilakukan, bola secara otomatis berada dalam permainan. Artinya, wasit tidak seharusnya menghentikan laga ketika bola sudah bergerak menuju kotak penalti.
Ia menjelaskan bahwa beberapa pemain berhenti bermain karena mendengar peluit, sementara yang lain tetap melanjutkan aksi. Situasi inilah yang membuat bola akhirnya masuk ke gawang dalam kondisi permainan yang tidak sepenuhnya jelas.
Meski mengkritik insiden tersebut, Calvarese juga memberikan penilaian berbeda terhadap momen lain dalam pertandingan. Ia justru menilai Doveri sudah membuat keputusan yang tepat terkait dugaan handball Samuele Ricci.
Dalam pandangannya, posisi tangan Ricci saat mengenai bola berada dalam posisi alami. Selain itu, gelandang Milan tersebut juga terlihat berusaha menarik tangannya menjauh dari arah bola.
Calvarese juga menyoroti jarak yang sangat dekat antara Ricci dan pemain Inter saat bola datang. Dalam kondisi seperti itu, ia menilai keputusan untuk tidak memberikan penalti kepada Inter sudah sesuai dengan interpretasi aturan yang berlaku.
Kontroversi dalam derby Milan memang bukan hal baru dalam sejarah Serie A. Namun insiden kali ini kembali menunjukkan betapa tipisnya batas antara keputusan yang tepat dan keputusan yang memicu perdebatan panjang di dunia sepak bola.
(sub)