- REUTERS/Daniele Mascolo
Inter Milan Dirugikan Wasit, Keputusan Kontroversial di Laga Kontra Atalanta Disorot Eks Pengadil Serie A
Jakarta, tvOnenews.com - Laga panas antara Inter Milan dan Atalanta di pekan lanjutan Serie A masih menyisakan perdebatan panjang. Hasil imbang 1-1 di San Siro bukan hanya soal skor, tetapi juga deretan keputusan wasit yang memicu kontroversi.
Sorotan utama tertuju kepada wasit pertandingan, Gianluca Manganiello. Beberapa keputusan yang diambil pada menit-menit akhir pertandingan dianggap merugikan Inter.
Kritik paling keras datang dari mantan wasit Serie A, Mauro Bergonzi. Ia secara terbuka menilai terdapat kesalahan besar dalam keputusan yang diambil oleh Manganiello.
Menurut Bergonzi, salah satu momen paling krusial adalah ketika Inter seharusnya mendapatkan hadiah penalti. Namun peluang tersebut tidak diberikan oleh wasit meski insiden terjadi jelas di dalam kotak terlarang.
Pertandingan sendiri sebenarnya sempat berjalan sesuai harapan bagi Inter. Tim asuhan Cristian Chivu berhasil membuka keunggulan lebih dulu pada babak pertama.
Gol tersebut dicetak oleh striker muda Francesco Pio Esposito. Keunggulan itu membuat publik tuan rumah sempat yakin tiga poin akan tetap berada di San Siro.
Namun situasi berubah drastis menjelang akhir pertandingan. Nikola Krstovic berhasil mencetak gol penyeimbang bagi Atalanta pada menit ke-82.
Gol tersebut lahir dari situasi yang kemudian ikut diperdebatkan. Dalam prosesnya, Kamaldeen Sulemana dinilai melakukan dorongan terhadap Denzel Dumfries.
Wasit Manganiello tidak menganggap insiden tersebut sebagai pelanggaran. Keputusan itu membuat permainan tetap dilanjutkan hingga akhirnya Atalanta mampu mencetak gol.
Kontroversi tidak berhenti sampai di situ. Beberapa menit kemudian terjadi duel antara Giorgio Scalvini dan Davide Frattesi di dalam kotak penalti Atalanta.
Frattesi terlihat terjatuh setelah menerima tekel dari bek muda tersebut. Namun Manganiello tetap bergeming dan tidak menunjuk titik putih.
Keputusan itu langsung memicu protes keras dari para pemain Inter. Bangku cadangan Nerazzurri juga terlihat meluapkan ketidakpuasan mereka terhadap keputusan sang wasit.
Bergonzi menilai insiden tersebut seharusnya berujung penalti. Menurutnya, tekel yang dilakukan Scalvini terlambat dan jelas mengenai kaki Frattesi.
“Frattesi berada di posisi lebih depan dan terkena tekel di kaki kanan. Tayangan ulang menunjukkan situasi itu dengan sangat jelas,” ujar Bergonzi dalam analisisnya dilansir dari Sempreinter.
Ia juga menyoroti kinerja perangkat VAR dalam pertandingan tersebut. Asisten VAR, yakni Matteo Gariglio dan Davide Chiffi, dinilai seharusnya meminta wasit untuk meninjau ulang insiden tersebut.
Bagi Bergonzi, teknologi VAR seharusnya hadir untuk membantu wasit menghindari kesalahan besar. Namun dalam pertandingan ini, menurutnya, fungsi tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Ia bahkan membandingkan insiden tersebut dengan kasus serupa di masa lalu. Salah satunya terjadi dalam duel Inter melawan Juventus pada 2021 ketika pelanggaran terhadap Alex Sandro berujung penalti.
Perbandingan lain juga muncul dari pertandingan Inter melawan Hellas Verona musim lalu. Saat itu, tekel Matteo Darmian terhadap Giangiacomo Magnani dinilai layak diganjar penalti.
Kontroversi ini membuat perdebatan tentang kualitas kepemimpinan wasit kembali mengemuka di Serie A. Banyak pihak menilai standar pengambilan keputusan harus lebih konsisten, terutama dalam situasi yang menentukan jalannya pertandingan.
(sub)