- REUTERS/Omar Havana
Skenario Terburuk yang Bisa Menimpa Para Pemain Timnas Indonesia di Liga Belanda Menyusul Kasus Dean James
Jakarta, tvOnenews.com - Para pemain Timnas Indonesia di Liga Belanda dilanda kecemasan mengenai paspor mereka. Hal ini menyusul kasus Dean James yang dipermasalahkan NAC Breda.
Kasus tersebut mencuat pada akhir pekan lalu setelah NAC menderita kekalahan telak 0-6 dari Go Ahead Eagles. Dean James bermain dari bangku cadangan pada laga lanjutan Eredivisie itu.
James bermain sebagai starter dan kemudian ditarik keluar pada menit ke-76. Kehadiran sang bek kiri Timnas Indonesia nyatanya dinilai ilegal oleh pihak NAC.
Mereka menuntut Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) untuk mengulang pertandingan melawan Go Ahead Eagles karena adanya pemain ilegal. Walau begitu, KNVB untuk saat ini enggan untuk memenuhi tuntutan tersebut.
Seorang juru bicara dari KNVB menyatakan bahwa pihaknya menuruti keputusan Dewan Kompetisi Sepak Bola Profesional yang tidak bermaksud mengulangnya. Investigasi masih berlangsung namun akan memakan waktu lama dan laga tidak akan diulang.
"Masalah ini tentu saja sedang dipelajari dengan cermat. Saat ini, hal ini pertama-tama dilakukan oleh jaksa penuntut untuk sepak bola profesional. Ini menyangkut kasus yang kompleks dengan banyak dimensi. Ini membutuhkan waktu,” demikian kata sang juru bicara, dilansir ESPN NL.
“Selama penyelidikan yang sedang berlangsung ini, dewan kompetisi sepak bola profesional tidak bermaksud untuk menyatakan pertandingan tidak sah atau meminta pertandingan diulang musim ini. Keputusan akhir akan dibuat setelah jaksa penuntut menyelesaikan penyelidikannya," tambahnya.
- Willem II
Setelah kasus Dean James mencuat, masalah yang sama juga muncul di kasta kedua Liga Belanda, Keuken Kampioen Divisie. Nathan Tjoe-A-On menjadi korban tuntutan TOP Oss yang kandas 1-3 dari Willem II.
Kemudian, pada Rabu (25/3/2025) dini hari tadi WIB, Tim Geypens dicoret dari skuad FC Emmen. Tidak ada nama Geypens dalam skuad Emmen dalam duel kontra Cambuur yang berakhir kekalahan dengan skor 2-4 semalam.
Dalam pernyataan resminya, Emmen juga mempertanyakan paspor Geypens. Mereka tidak yakin bahwa sang bek kiri berusia 20 tahun berstatus legal seiring dengan tuntutan terhadap James dan Tjoe-A-On.
“Malam ini, Philip Søndergaard absen karena kewajiban tugas internasional. Selain itu, Tim Geypens tidak masuk dalam skuad karena ketidakpastian seputar paspor Indonesia dalam sepak bola profesional,” demikian penjelasan dari FC Emmen.
Lebih lanjut, media Belanda, DVHN, melaporkan bahwa Geypens tak hanya dicoret dari skuad untuk laga itu. Sang pemain yang dinaturalisasi pada Februari 2025 tersebut juga tidak diizinkan untuk berlatih bersama Emmen.
- Instagram - FC Emmen
“Absennya pemain yang paling mencolok adalah Tim Geypens. Pemain asal Oldenzaal ini terancam menjadi pusat perhatian dalam isu seputar paspor Indonesia untuk pemain sepak bola profesional,” demikian laporan dari DVHN.
“Pada siang hari, Geypens (20) mengetahui bahwa ia tidak akan berlatih atau bermain untuk klubnya untuk sementara waktu, karena ia mungkin kehilangan kewarganegaraan Belandanya akibat naturalisasi sebagai warga negara Indonesia. Sebuah pesan yang keras bagi pemain berbakat ini,” tambahnya.
Berkaca dari situasi tersebut, ini bisa menjadi alarm bahaya untuk para pemain Timnas Indonesia lainnya di Liga Belanda. Selain ketiga pemain ini, ada Justin Hubner, Mees Hilgers, Miliano Jonathans, dan Maarten Paes yang berkarier di kasta tertinggi Liga Belanda, Eredivisie.
Sebagian dari mereka sudah bergabung sejak lama, seperti Dean James. Hal ini juga menjadi alasan Go Ahead Eagles dengan percaya diri menyampaikan bahwa mereka tidak bersalah atas tuntutan NAC Breda.
Maarten Paes juga bisa dinyatakan aman karena Ajax Amsterdam telah mendaftarkannya sebagai pemain Indonesia. Dia direkrut pada Januari 2026 lalu dari FC Dallas dan sempat terganjal izin kerja meski kembali ke negara asalnya, Belanda.
Skenario terburuk yang bisa dihadapi oleh para pemain lainnya, yang bergabung dengan klub mereka setelah dinaturalisasi sebagai WNI adalah pembekuan dari skuad. Seperti yang terlihat dalam kasus Geypens, para pemain Timnas Indonesia ini terancam tidak bisa bermain dan bahkan berlatih.
Untuk saat ini, sebagaimana yang disampaikan oleh juru bicara KNVB, kasus masih didalami dan ada banyak dimensi di dalamnya. Oleh karena itu, para pemain tampaknya masih bisa fokus di lapangan hingga KNVB mengambil keputusan final. (rda)