- atalanta.it
Tak Menyesal Pernah Gagal di AC Milan, Charles De Ketelaere: Itu Proses Pendewasaan Karier Saya
Jakarta, tvOnenews.com – Kepindahan Charles De Ketelaere ke AC Milan sempat menyedot perhatian publik sepak bola Eropa. Ia datang dengan status sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan pada masanya.
Didatangkan usai Milan meraih gelar juara Serie A, ekspektasi terhadap De Ketelaere langsung melambung tinggi. Banyak pihak berharap ia bisa menjadi bagian penting dari proyek jangka panjang Rossoneri.
Namun, perjalanan sang pemain di San Siro tidak berjalan sesuai rencana. Alih-alih bersinar, ia justru kesulitan menemukan ritme permainan terbaiknya.
Musim debutnya di Italia diwarnai inkonsistensi performa yang cukup mencolok. Ia gagal memenuhi ekspektasi besar yang dibebankan oleh klub maupun para suporter.
Situasi tersebut membuat Milan mengambil keputusan untuk meminjamkannya ke Atalanta. Langkah itu diharapkan menjadi solusi agar sang pemain mendapatkan menit bermain yang lebih stabil.
Bersama Atalanta, De Ketelaere perlahan mulai menemukan kembali kepercayaan dirinya. Ia tampil lebih lepas dan mampu menunjukkan kualitas yang sempat meredup.
Dalam wawancara dengan Nieuwsblad, pemain asal Belgia itu menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menyesali keputusan pindah ke Milan. Ia justru menganggap pengalaman tersebut sebagai bagian penting dalam proses pendewasaan kariernya.
“Saya tetap tidak menyesali kepindahan dari Club Brugge ke Milan. Mungkin saat itu saya seharusnya lebih percaya diri, tetapi seiring waktu saya belajar dari pengalaman tersebut,” ujarnya.
De Ketelaere mengakui bahwa salah satu kekurangan terbesarnya saat itu adalah kurangnya rasa percaya diri. Ia merasa seharusnya bisa tampil lebih berani sejak awal kedatangannya di Italia.
Seiring berjalannya waktu, ia mulai belajar dari pengalaman tersebut. Proses adaptasi yang tidak mudah justru membentuk mentalnya menjadi lebih kuat.
Ia juga menyoroti peran besar pelatih Gian Piero Gasperini dalam membantu perkembangannya. Sistem permainan yang diterapkan dinilai sangat cocok dengan karakteristiknya sebagai pemain.
Menurutnya, skema tiga bek yang digunakan Atalanta memberikan ruang lebih untuk mengeksplorasi kemampuan. Hal itu membuatnya bisa tampil lebih efektif dan berkontribusi maksimal bagi tim.
Kini, De Ketelaere mulai kembali menunjukkan potensi terbaiknya di atas lapangan. Penampilannya yang konsisten menjadi bukti bahwa ia masih memiliki masa depan cerah.