news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pemain Fortuna Sittard, Justin Hubner.
Sumber :
  • Fortuna sittard

Nasib Pemain Timnas Indonesia di Liga Belanda Terancam, Petinggi Eredivisie Akhirnya Bereaksi

Polemik administrasi yang membelit sejumlah pemain Timnas Indonesia di Liga Belanda kian memanas. Otoritas kompetisi melalui Direktur Eredivisie, Jan de Jong.
Sabtu, 4 April 2026 - 09:07 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Polemik administrasi yang membelit sejumlah pemain Timnas Indonesia di Liga Belanda kian memanas. Otoritas kompetisi melalui Direktur Eredivisie, Jan de Jong, menegaskan para pemain wajib segera menuntaskan izin tinggal dan izin kerja mereka.

Instruksi tersebut kini menjadi penentu nasib para pemain yang terseret kasus paspoortgate. Tanpa dokumen yang sah, mereka dipastikan tidak bisa membela klub masing-masing dalam waktu dekat.

Jan de Jong menekankan bahwa penyelesaian wedertoelating merupakan syarat mutlak. Selama proses itu belum rampung, pemain bukan hanya absen dari pertandingan, tetapi juga berpotensi tersisih dari aktivitas tim.

Dalam penjelasannya, terdapat dua jalur hukum yang bisa ditempuh pemain agar tetap dapat berkarier di Belanda. Kedua opsi itu berkaitan dengan status kependudukan serta hubungan personal di kawasan Eropa.

Jalur pertama adalah melalui pengakuan sebagai bagian dari Uni Eropa. Status itu ditandai dengan adanya cap khusus di paspor yang menunjukkan keterikatan dengan wilayah tersebut.

Namun, syarat untuk mendapatkan status itu tidaklah mudah. Pemain harus memiliki hubungan keluarga, seperti pasangan atau anak yang berada di Eropa, dan hal itu wajib dibuktikan secara konkret.

Proses verifikasi akan dilakukan secara menyeluruh oleh pihak berwenang. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan bahwa setiap klaim yang diajukan benar-benar sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Dean James
Sumber :
  • Facebook - Go Ahead Eagles

"Akan dilakukan penilaian apakah mereka bisa tinggal di Belanda secara permanen. Selama proses itu, mereka sudah diperbolehkan bekerja dan bermain," ujar De Jong, dikutip dari NOS, Sabtu (4/4/2026).

Sementara itu, sejumlah pemain Indonesia tidak memenuhi kriteria untuk menempuh jalur Uni Eropa tersebut. Dean James dan Nathan Tjoe-A-On termasuk di antaranya karena tidak memiliki ikatan keluarga, seperti pasangan atau anak, di Eropa.

Dengan kondisi itu, mereka harus menempuh mekanisme alternatif. Opsi kedua mengharuskan pemain mengajukan kembali izin masuk sekaligus izin tinggal dan izin kerja secara resmi.

Pengurusan dokumen tersebut biasanya dilakukan dengan bantuan agen. Peran agen menjadi penting agar seluruh persyaratan administrasi bisa dipenuhi dengan benar.

Saat ini, ada empat pemain Indonesia yang masuk daftar wajib mengurus dokumen tersebut. Selain Dean James dan Nathan Tjoe-A-On, terdapat Justin Hubner yang bermain untuk Fortuna Sittard serta Tim Geypens dari FC Emmen.

Di sisi lain, tidak semua pemain Indonesia terdampak langsung oleh persoalan ini. Nama-nama seperti Maarten Paes, Miliano Jonathans, dan Mees Hilgers tidak masuk dalam daftar yang bermasalah.

Meski relatif aman, mereka tetap harus menunjukkan bukti riwayat tinggal dan kerja di Belanda. Hal itu diperlukan agar status mereka tetap diakui dalam sistem hukum setempat.

Peraturan di Belanda memang cukup tegas dalam urusan kewarganegaraan. Seseorang yang mengganti kewarganegaraan akan otomatis kehilangan status warga Belanda, terlebih karena tidak ada pengakuan dwi kewarganegaraan dengan Indonesia.

"Jika mereka tinggal di Belanda selama satu tahun dengan izin tersebut, mereka bisa mengajukan prosedur opsi untuk menjadi warga Belanda lagi," kata pakar hukum Belanda, Hermie de Voer.

Awal mula polemik ini berasal dari protes yang diajukan NAC Breda. Mereka melayangkan keberatan setelah menelan kekalahan telak 0-6 dari Go Ahead Eagles.

Dalam laporan tersebut, NAC Breda menyoroti status Dean James. Mereka meragukan kelayakan sang pemain untuk tampil berdasarkan aturan yang berlaku.

Kecurigaan itu berkaitan dengan izin kerja dan standar gaji minimum bagi pemain non-Uni Eropa. Dalam regulasi Eredivisie, pemain di luar Uni Eropa diwajibkan memenuhi ambang batas gaji tertentu yang nilainya cukup tinggi.

Selain keempat nama tersebut, ada puluhan pemain lain yang juga masuk dalam pendataan. Eredivisie mencatat sekitar 25 pemain dari berbagai negara yang berpotensi mengalami persoalan serupa.

Kini, berbagai pihak tengah berupaya mencari jalan keluar agar masalah ini tidak berlarut-larut. Harapannya, kompetisi bisa kembali berjalan normal tanpa terganggu persoalan administrasi yang berkepanjangan.

(igp)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

10:03
00:42
00:45
01:15
03:48
00:44

Viral