- REUTERS/Albert Gea
Banyak Kejanggalan di Laga Kontra Atletico Madrid, Barcelona Dikabarkan Siap Lapor UEFA
Jakarta, tvOnenews.com - Barcelona disebut tengah menyiapkan langkah serius usai kalah 0-2 dari Atletico Madrid pada leg pertama perempat final Liga Champions 2025-2026. Klub raksasa Spanyol itu dikabarkan mempertimbangkan laporan resmi ke UEFA karena menilai ada keputusan wasit yang merugikan mereka sepanjang laga.
Pertandingan yang digelar di Camp Nou pada Kamis (9/4/2026) dini hari WIB berlangsung panas sejak awal. Tim asuhan Hansi Flick sebenarnya tampil agresif dan beberapa kali menciptakan peluang berbahaya, namun justru pulang dengan kekalahan menyakitkan.
Atletico Madrid sukses mencuri kemenangan lewat dua gol penting yang membuat mereka kini di atas angin. Julian Alvarez membuka keunggulan setelah memanfaatkan tendangan bebas usai Pau Cubarsi mendapat kartu merah, sebelum Alexander Sorloth menggandakan skor di babak kedua.
Hasil ini membuat peluang Barcelona lolos ke semifinal menjadi lebih berat. Blaugrana wajib membalikkan keadaan saat bertandang ke markas Atletico di Metropolitano pada leg kedua pekan depan.
Sorotan terbesar dalam laga ini terjadi pada menit ke-54 saat insiden handball memicu kontroversi besar. Dalam situasi itu, kiper Atletico Juan Musso memberikan bola kepada Marc Pubill, yang kemudian terlihat menghentikan bola dengan tangan sebelum mengoper kembali.
Momen tersebut langsung memancing reaksi keras dari bangku cadangan Barcelona. Namun, wasit Istvan Kovacs memilih melanjutkan pertandingan tanpa menunjuk titik putih maupun meminta tinjauan VAR.
Keputusan itu membuat kubu Barcelona geram, termasuk pelatih Hansi Flick yang meluapkan kekecewaannya usai pertandingan. Pelatih asal Jerman itu menilai timnya dirugikan dalam momen krusial yang bisa mengubah jalannya laga.
“Saya pikir mereka pantas mendapat kartu merah karena kiper memainkan bola,” kata Flick setelah pertandingan dikutip dari Sport Bible, Kamis (9/4/2026).
“Itu jelas permainan yang tidak adil, dan dia menghentikan bola dengan tangannya. Seharusnya itu kartu kuning ganda, kartu merah, dan penalti. Kita semua pernah melakukan kesalahan. Kami kalah 2-0, tetapi kami memiliki peluang yang sangat bagus," lanjutnya.
Flick juga menyinggung keputusan kartu merah untuk Pau Cubarsi yang menurutnya masih layak diperdebatkan. Ia menilai teknologi VAR seharusnya hadir untuk memberi keadilan, terutama dalam situasi yang sangat jelas.
“Saya tidak yakin apakah Cubarsi menyentuhnya cukup keras untuk mendapatkan kartu merah. Kiper mereka mengoper bola ke bek tengah, yang menyentuh bola dengan tangannya, dan VAR tidak memeriksanya. Apa gunanya VAR?” ujarnya.
Dalam wawancara lain bersama Movistar, Flick kembali menyoroti minimnya intervensi VAR. Ia mempertanyakan mengapa insiden penting seperti itu justru dibiarkan tanpa pemeriksaan lebih lanjut.
“Saya tidak tahu mengapa VAR tidak turun tangan… ini tidak bisa dipercaya. Kita semua melakukan kesalahan, tetapi dalam situasi seperti ini… mengapa kita memiliki VAR? Seharusnya itu penalti dan kartu kuning kedua untuk pemain tersebut," katanya.
Media Spanyol melaporkan Barcelona kini serius mengevaluasi langkah hukum atau protes resmi ke UEFA. Manajemen klub disebut sedang mengumpulkan detail pertandingan sebagai bahan pertimbangan sebelum mengambil keputusan.
Sebelum menjalani laga hidup-mati di Liga Champions, Barcelona lebih dulu akan menghadapi Espanyol di ajang La Liga pada 11 April. Setelah itu, fokus penuh akan diarahkan ke leg kedua kontra Atletico yang bakal menentukan nasib mereka di Eropa. (fan)