- REUTERS/Daniele Mascolo
Ardon Jashari Ungkap Besarnya Tekanan di AC Milan, Sebut Ruang Ganti Rossoneri Sempat Memanas
Jakarta, tvOnenews.com - Ardon Jashari mulai merasakan atmosfer sesungguhnya bermain untuk klub sebesar AC Milan. Gelandang muda tersebut mengaku tekanan besar sempat menyelimuti skuad Rossoneri menjelang laga penting melawan Genoa di Serie A.
Pertandingan di Stadion Luigi Ferraris pada Minggu (17/5/2026) menjadi momen krusial bagi AC Milan di akhir musim 2025/2026. Rossoneri datang dengan beban besar setelah serangkaian hasil buruk yang membuat posisi mereka di papan atas klasemen mulai terancam.
Kemenangan menjadi harga mati bagi skuad asuhan Massimiliano Allegri. Jika kembali kehilangan poin, peluang Milan tampil di Liga Champions musim depan bisa semakin sulit.
Dalam situasi penuh tekanan itu, Milan akhirnya mampu meraih kemenangan penting dengan skor 2-1. Christopher Nkunku dan Zachary Athekame menjadi penentu kemenangan Rossoneri lewat gol-gol mereka di babak kedua.
Genoa sebenarnya sempat membuat pertandingan kembali menegangkan setelah Vasquez mencetak gol di penghujung laga. Namun, Milan berhasil mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang berbunyi.
Hasil tersebut membuat peluang AC Milan finis di empat besar tetap terbuka. Rossoneri kini hanya perlu memastikan kemenangan pada laga terakhir melawan Cagliari untuk mengamankan tiket Liga Champions musim depan.
Usai pertandingan, Ardon Jashari berbicara mengenai situasi yang terjadi di dalam tim sebelum laga berlangsung. Pemain muda tersebut mengakui seluruh skuad benar-benar merasakan tekanan besar sepanjang pekan.
“Ya, kami merasakan tekanannya. Kami tahu apa yang dipertaruhkan sepanjang pekan ini dan sekarang nasib kami ada di tangan kami sendiri,” ujar Jashari kepada TeleLombardia.
Menurut Jashari, seluruh pemain memahami bahwa pertandingan melawan Genoa bukan laga biasa. Karena itu, suasana di ruang ganti Milan terasa jauh lebih serius dibanding pertandingan-pertandingan sebelumnya.
“Kami harus menang. Semua orang tahu betapa pentingnya pertandingan hari ini,” lanjut gelandang muda tersebut. Ia menilai kesadaran bersama itu justru membuat para pemain tampil lebih kompak.
Jashari juga menyinggung kehadiran pemilik klub Gerry Cardinale di ruang ganti sebelum pertandingan dimulai. Kehadiran petinggi klub tersebut disebut memberi dorongan moral tambahan kepada seluruh pemain Milan.
Di tengah tekanan besar dan sorotan publik, Milan akhirnya mampu menunjukkan karakter mereka sebagai tim besar. Para pemain tampil lebih disiplin, lebih agresif, dan memiliki semangat bertarung yang tinggi sepanjang pertandingan.
Bagi Jashari pribadi, kemenangan ini juga menjadi momen penting dalam proses adaptasinya bersama Rossoneri. Sejak datang ke San Siro, ia memang masih berusaha menemukan ritme permainan terbaiknya.
Persaingan ketat di lini tengah Milan membuat Jashari belum sepenuhnya menjadi pilihan utama. Namun, dalam beberapa laga terakhir, ia mulai mendapat kepercayaan lebih banyak dari Allegri.
Perlahan tetapi pasti, pemain muda tersebut mulai menunjukkan kualitas yang membuat AC Milan tertarik merekrutnya. Kemampuan distribusi bola, mobilitas, dan keberaniannya dalam duel menjadi nilai lebih yang mulai terlihat.
Meski begitu, Jashari tetap merasa dirinya belum mencapai level terbaik. Ia mengaku masih membutuhkan lebih banyak menit bermain agar bisa tampil lebih konsisten bersama Milan.
Di tengah situasi sulit yang sedang dihadapi Rossoneri, kemunculan pemain muda seperti Jashari menjadi kabar positif bagi masa depan klub. AC Milan membutuhkan regenerasi skuad agar tetap mampu bersaing di level tertinggi Italia dan Eropa.
(sub)