- REUTERS/Daniele Mascolo
Tak Lagi Jadi Anak Emas San Siro, Rafael Leao Masuk Daftar Jual AC Milan pada Bursa Transfer Musim Panas
Jakarta, tvOnenews.com - Masa depan Rafael Leao bersama AC Milan kembali menjadi sorotan menjelang dibukanya bursa transfer musim panas 2026. Winger asal Portugal itu kini disebut semakin dekat dengan pintu keluar San Siro setelah performanya mengalami penurunan sepanjang musim ini.
Laporan La Gazzetta dello Sport menyebut kebersamaan Leao dengan Milan mulai memasuki fase akhir. Meski belum ada keputusan resmi, situasi yang berkembang membuat peluang perpisahan semakin terbuka lebar.
Spekulasi mengenai masa depan Leao sebenarnya sudah muncul sejak beberapa bulan terakhir. Namun kali ini, rumor tersebut terasa semakin kuat setelah sejumlah klub besar mulai aktif memantau kondisi sang pemain.
Manchester United menjadi salah satu klub yang paling serius dikaitkan dengan Leao. Raksasa Premier League itu disebut sudah lama mengagumi kemampuan eksplosif mantan pemain Lille tersebut.
Ketertarikan United bukan tanpa alasan karena Leao dinilai masih memiliki kualitas untuk bersinar di level tertinggi Eropa. Kecepatan, kemampuan menggiring bola, dan fleksibilitas bermain menjadi nilai lebih yang membuatnya tetap diminati banyak klub besar.
Selain Manchester United, klub asal Turki, Fenerbahce, juga dikabarkan ikut masuk dalam persaingan. Nama Leao bahkan disebut menjadi bagian dari proyek ambisius yang sedang disiapkan salah satu kandidat presiden Fenerbahce, Hakan Safi.
Meski demikian, peluang transfer ke Liga Turki dipastikan tidak akan berjalan mudah. Selain menunggu hasil pemilihan presiden klub, Fenerbahce juga harus mempertimbangkan besarnya gaji Leao yang dinilai cukup tinggi.
Di sisi lain, Leao kabarnya masih berharap ada tawaran datang dari Barcelona. Klub raksasa Spanyol tersebut memang sudah beberapa kali dikaitkan dengan pemain berusia 26 tahun itu dalam beberapa musim terakhir.
Situasi Leao di Milan sendiri mulai berubah setelah performanya mengalami penurunan signifikan pada paruh kedua musim ini. Setelah sempat tampil impresif di awal musim, kontribusinya perlahan menurun akibat kombinasi masalah fisik dan faktor taktik.
Eksperimen memainkan Leao sebagai penyerang tengah juga dinilai tidak berjalan sesuai harapan. Posisi tersebut dianggap membuat kekuatan utamanya sebagai pemain sayap menjadi tidak maksimal.