- REUTERS/Daniele Mascolo
Bawa Inter Milan Raih Scudetto, Cristian Chivu: Sekarang Waktunya Liburan
Jakarta, tvOnenews.com - Inter Milan menutup musim Serie A 2025/2026 dengan laga penuh drama setelah bermain imbang 3-3 melawan Bologna. Meski pertandingan berlangsung sengit hingga menit akhir, pelatih Cristian Chivu justru lebih banyak menyoroti perjalanan panjang Nerazzurri sepanjang musim ini.
Laga kontra Bologna memang sudah tidak memengaruhi posisi Inter di klasemen akhir. Namun, Chivu tetap meminta anak asuhnya tampil maksimal demi menjaga kehormatan klub dan menghormati jersey Nerazzurri hingga pekan terakhir kompetisi.
Pelatih asal Rumania itu mengaku puas dengan karakter yang ditunjukkan para pemainnya sepanjang pertandingan. Inter sempat berada dalam situasi sulit, tetapi mampu bangkit berkat energi baru yang datang dari bangku cadangan.
“Kami harus menghormati jersey ini dan semua hal baik yang sudah kami lakukan sepanjang musim. Para pemain yang masuk memberikan energi dan tetap percaya hingga akhir,” ujar Chivu kepada DAZN.
Salah satu hal yang paling membuat Chivu bangga adalah penampilan para pemain muda Inter Milan. Ia menilai beberapa talenta muda mulai menunjukkan kesiapan untuk bersaing di level tertinggi sepak bola Italia.
Nama-nama seperti Cocchi, Topalovic, hingga Diouf mendapat pujian khusus dari sang pelatih. Selain itu, Francesco Pio Esposito juga ikut mencuri perhatian setelah sukses mencatatkan torehan dua digit gol musim ini.
“Saya senang untuk Cocchi, Topalovic, Diouf, dan juga Pio. Mereka masih harus berkembang, tetapi kami puas dengan penampilan mereka,” lanjut Chivu.
- REUTERS/Guglielmo Mangiapane
Menurutnya, keberanian memberikan kesempatan kepada pemain muda menjadi bagian penting dalam pembangunan tim jangka panjang. Chivu percaya pengalaman bermain langsung di Serie A akan membantu perkembangan mental dan kualitas mereka ke depan.
Chivu Ingin Fokus untuk Keluarga
Di tengah suasana positif tersebut, Inter juga sempat mendapat kabar kurang menyenangkan setelah Stefan de Vrij mengalami masalah fisik. Chivu mengaku belum mengetahui seberapa serius kondisi bek asal Belanda tersebut.
“Kami belum tahu kondisinya seperti apa. Kami berharap itu bukan sesuatu yang serius dan dia bisa pulih tepat waktu,” kata mantan bek Inter Milan tersebut.
Meski sukses membawa Inter meraih Scudetto musim ini, Chivu tidak menutupi bahwa perjalanan panjang kompetisi sangat menguras tenaga dan pikirannya. Ia bahkan merasa nyaris tidak memiliki cukup waktu untuk keluarganya selama setahun terakhir.
Pelatih berusia 45 tahun itu menegaskan bahwa keluarganya kini menjadi prioritas utama setelah musim berakhir. Chivu ingin menikmati masa liburan tanpa terlalu banyak terganggu oleh urusan sepak bola.
“Saya mendukung keluarga saya, karena mereka pantas mendapatkan waktu saya. Selama setahun terakhir saya seperti berada di dalam mesin yang terus berputar,” ungkap Chivu.
Ucapan tersebut menggambarkan tekanan besar yang harus dijalani seorang pelatih di level tertinggi. Sebelum menangani Inter, Chivu juga sempat menjalani periode sibuk saat membantu Parma keluar dari situasi sulit.
- REUTERS/Daniele Mascolo
Selain membahas kelelahan tim, Chivu juga ditanya soal peluang pemain muda seperti Diouf dan Martinez mendapat peran lebih besar musim depan. Namun, ia menegaskan Inter tetap harus menjaga fondasi kuat yang sudah dimiliki saat ini.
“Kami punya banyak kepastian dalam tim ini dan jangan sampai kehilangan itu hanya karena menambahkan beberapa hal baru,” jelasnya.
Meski begitu, Chivu memastikan para pemain muda tetap memiliki kesempatan berkembang di skuad utama Nerazzurri. Ia menilai kesabaran dan kerja keras mereka selama ini layak mendapat apresiasi dari tim pelatih.
Di akhir wawancara, Chivu memberikan jawaban yang cukup menarik saat ditanya apa yang paling dibutuhkan Inter saat ini. Bukan transfer pemain baru ataupun perubahan besar, melainkan waktu untuk beristirahat setelah menjalani musim panjang yang melelahkan.
“Yang kami butuhkan sekarang adalah liburan,” tutup Chivu sambil tersenyum.
Pernyataan tersebut terasa sangat manusiawi setelah Inter Milan melewati musim yang penuh tekanan dan tuntutan tinggi. Kini Nerazzurri akan mencoba mengisi ulang energi sebelum kembali menghadapi tantangan besar pada musim depan.
(sub)