- REUTERS/Daniele Mascolo
Kata-Kata Cesc Fabregas usai Como Resmi Raih Tiket ke Liga Champions usai Bikin Emil Audero Terdegradasi
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Como, Cesc Fabregas, menyampaikan kata-kata pertamanya setelah berhasil meraih tiket ke Liga Champions. Mereka melakukannya dengan membuat terdegradasi Emil Audero dan klubnya, Cremonese.
I Lariani berhasil meraih kemenangan telak dengan skor 4-1 atas Cremonese dalam lawatan ke Stadio Giovanni Zini, Senin (25/5/2026) dini hari WIB. Mereka menyudahi musim ini dengan 71 poin dari 38 laga.
Como berhasil melangkahi AC Milan, yang tergelincir karena dikalahkan oleh Cagliari dengan skor 1-2 di San Siro. Ini menjadi catatan bersejarah untuk tim yang dimiliki pengusaha Indonesia, Hartono Bersaudara, tersebut.
Como sebelumnya tidak pernah tampil di kompetisi Eropa sepanjang sejarahnya. Namun, dalam kesempatan pertamanya, mereka langsung tampil di pentas Liga Champions.
Revolusi Como 1907 telah berlangsung selama bertahun-tahun sejak diakuisisi oleh Hartono pada 2019. Fabregas telah menjadi bagian penting, dengan bergabung sebagai pemain pada awalnya.
Kini menjadi pelatih, Fabregas berhasil menunjukkan kapabilitasnya. Tak hanya membuktikan diri, dia juga berhasil menciptakan sejarah bersamanya.
Tak ayal, eks gelandang Arsenal dan Chelsea itu mengutarakan rasa bahagianya setelah kemenangan atas Cremonese. Terlebih, karena sebelumnya Como tertinggal dengan berada di peringkat keenam, namun mampu membalikkan keadaan di dua laga terakhir.
“Sepanjang hidup saya, bahkan ketika saya melakukan pergantian pemain, saya hanya mengandalkan firasat, dan saya memiliki firasat sehari sebelum kami bermain melawan Parma bahwa dengan dua kemenangan, kami akan berada di Liga Champions,” kata Fabregas dalam wawancaranya dengan DAZN Italia.
“Saya menunjukkan kepada para pemain sebuah video seorang pesepeda yang berada di posisi keenam, tetapi dia mulai mengayuh pedal dengan kencang di sprint terakhir dan dia memenangkan perlombaan. Itulah yang kami lakukan musim ini,” tambahnya.
Fabregas menyadari bahwa Como sempat mengalami kemunduran di musim ini. Namun, mereka berhasil menjaga diri dalam persaingan.
“Kami mengalami beberapa kemunduran, dua kekalahan dan hasil imbang dengan Udinese, jadi kami tahu bahwa kami membutuhkan serangkaian kemenangan, tetapi sensasinya selalu bahwa kami masih dalam persaingan,” tandasnya.
Sebagai pemain, Fabregas telah meraih berbagai gelar bergengsi, termasuk trofi Piala Dunia dan Liga Inggris. Namun, dia menganggap pencapaian ini sebagai salah satu yang terbaik dalam kariernya.
“Sangat luar biasa, karena cara kami melakukannya. Ini adalah skuad yang penuh dengan pemain muda, kami memiliki 15 pemain yang semuanya berusia di bawah 23 tahun, jadi ini adalah mahakarya dari seluruh tim. Mereka mendengarkan, selalu ingin berbuat lebih, dan meningkatkan standar pada waktu yang tepat,” sambungnya.
“Saya hanya bisa memberikan pujian setinggi-tingginya kepada para pemain ini, karena kami para pelatih mencoba mendorong mereka, memberikan pilihan, memberi tahu mereka di mana ruang kosongnya, tetapi merekalah yang melakukannya di lapangan. Saya sangat bahagia untuk masyarakat Como, mereka pantas mendapatkan kegembiraan ini,” pungkasnya. (rda)