- REUTERS/Daniele Mascolo
Masa Depan Allegri di AC Milan Terancam usai Gagal Lolos Liga Champions
Jakarta, tvOnenews.com - Masa depan Massimiliano Allegri di AC Milan mulai berada di ujung tanduk setelah Rossoneri gagal mengamankan tiket Liga Champions musim depan. Kekalahan menyakitkan dari Cagliari pada pekan terakhir Serie A membuat tekanan besar kini mengarah kepada sang pelatih dan jajaran manajemen klub.
Sepanjang musim 2025/2026, Allegri berulang kali menegaskan bahwa target utama AC Milan hanyalah finis di empat besar. Namun, target yang sempat terlihat sudah berada di depan mata itu justru lepas pada momen paling menentukan.
AC Milan menjalani laga penutup musim di Stadion San Siro dengan beban besar di pundak mereka. Bermain di hadapan ribuan tifosi sendiri, Rossoneri membutuhkan kemenangan demi memastikan tempat di Liga Champions musim depan.
Situasi sebenarnya sempat terlihat menjanjikan ketika Alexis Saelemaekers membawa Milan unggul cepat pada awal pertandingan. Atmosfer stadion pun berubah penuh optimisme karena para pendukung percaya tim kesayangannya mampu menyelesaikan tugas dengan baik.
Namun, keunggulan tersebut perlahan menghilang setelah Cagliari mulai menemukan ritme permainan. Tim tamu sukses menyamakan kedudukan lewat Gennaro Borrelli sebelum akhirnya membalikkan keadaan melalui gol Juan Rodriguez di babak kedua.
Kekalahan 1-2 itu menjadi pukulan telak bagi Milan. Apalagi, hasil pertandingan lain membuat Rossoneri sebenarnya hanya membutuhkan hasil imbang untuk tetap bertahan di zona Liga Champions.
Hasil buruk tersebut membuat posisi Milan merosot drastis dari peringkat ketiga ke posisi keenam klasemen akhir Serie A. Rossoneri pun harus rela tampil di Liga Europa musim depan, sementara tiket Liga Champions jatuh ke tangan Como dan AS Roma.
- REUTERS/Daniele Mascolo
Kegagalan tersebut langsung memunculkan pertanyaan besar mengenai masa depan Allegri di San Siro. MilanNews melaporkan bahwa pelatih asal Italia itu kini berada dalam sorotan internal klub karena dianggap gagal memenuhi target utama musim ini.
Padahal, dalam beberapa pekan terakhir Allegri disebut masih memiliki peluang besar untuk bertahan musim depan. Akan tetapi, hasil mengecewakan pada laga penutup kompetisi disebut mengubah seluruh situasi yang sebelumnya terlihat aman.
Sorotan tidak hanya mengarah kepada Allegri seorang diri. Para pendukung juga mulai mempertanyakan keputusan manajemen klub, termasuk proyek yang dibangun dalam beberapa musim terakhir.
Banyak tifosi menilai Milan kehilangan identitas permainan sepanjang musim ini. Rossoneri dianggap terlalu sering tampil pasif dan gagal menunjukkan mentalitas sebagai tim besar saat menghadapi laga-laga penting.
Allegri sendiri sebelumnya sempat membela para pemain usai pertandingan melawan Cagliari. Ia mengaku kecewa dan marah atas kegagalan tersebut, tetapi menolak menjadikan skuad Milan sebagai kambing hitam.
“Sayangnya kami tidak bisa mengubah hasil pertandingan. Ketika kalah lima kali di kandang sendiri, berarti kami memang pantas berada di posisi ini,” ujar Allegri, dikutip dari DAZN.
Pelatih berusia 58 tahun itu juga mengakui Milan terlalu cepat merasa aman setelah unggul lebih dulu. Menurutnya, kegagalan menjaga fokus menjadi salah satu penyebab utama Rossoneri kehilangan kendali pertandingan.
“Pertandingan sebenarnya dimulai dengan baik, tetapi kami terlalu cepat merasa aman dan mengira hasil sudah berada di tangan kami,” kata Allegri.
Kini, manajemen Milan diyakini akan segera melakukan evaluasi besar menjelang bursa transfer musim panas. Selain masa depan Allegri, komposisi skuad Rossoneri juga diperkirakan mengalami perubahan signifikan demi mengembalikan klub ke persaingan papan atas Eropa.
Bagi para tifosi, kegagalan ini terasa sangat menyakitkan karena Milan sempat berada di jalur yang tepat menuju Liga Champions. Namun pada akhirnya, musim yang penuh harapan justru ditutup dengan kekecewaan besar di hadapan pendukung sendiri.
(sub)