news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kiper Timnas Indonesia Maarten Paes di Ajax Amsterdam.
Sumber :
  • Ajax Amsterdam Official

Sering Jadi Sasaran Kritik, Maarten Paes Beri Respons Menohok untuk Para Pengamat Liga Belanda

Penjaga gawang Timnas Indonesia, Maarten Paes, akhirnya memberikan respons terhadap para kritikusnya di kancah sepak bola Liga Belanda. Dia baru saja menjadi pahlawan untuk Ajax Amsterdam.
Selasa, 26 Mei 2026 - 12:50 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Penjaga gawang Timnas Indonesia, Maarten Paes, akhirnya memberikan respons terhadap para kritikusnya di kancah sepak bola Liga Belanda. Dia baru saja menjadi pahlawan untuk Ajax Amsterdam.

Paes bergabung dengan klub ibu kota Belanda tersebut pada bursa transfer musim dingin lalu. Dia ditebus seharga sekitar 1 juta euro dari klub MLS, FC Dallas.

Perekrutan kiper berusia 28 tahun ini sebenarnya diproyeksikan sebagai kiper pelapis setelah Remko Pasveer hengkang. Ajax tetap mengandalkan Vitezslav Jaros sebagai starter.

Namun, nasib Paes berubah pada akhir bulan Februari. Dia menjadi starter secara reguler seiring dengan cedera parah yang mendera Jaros.

Sayangnya, performanya masih belum bisa meyakinkan banyak pihak. Banyak pengamat Liga Belanda yang mengkritisi performa Paes di laga-laga awal bersama Ajax.

Utamanya adalah ketidakmampuan untuk membangun permainan dari belakang. Paes dinilai sering merepotkan para pemain bertahan Ajax karena tidak mampu untuk memainkan bola dengan kakinya.

Pengamat Liga Belanda, seperti Johan Derksen dan Hugo Borst, sering menyemprotnya. Namun kini, Paes memutuskan untuk buka suara.

Sang kiper Timnas Indonesia mengakui sulit untuk mendengarkan kritikan. Namun, dia terus berupaya untuk fokus kepada dirinya sendiri.

Pada akhirnya, Paes membuktikan diri dalam laga playoff Liga Belanda untuk perebutan tiket ke Liga Konferensi Eropa melawan FC Utrecht. Dia melakukan penyelamatan dalam dua kesempatan di sesi adu penalti usai laga berakhir imbang 1-1 selama 120 menit.

“Jika Anda mengenal saya sedikit, maka Anda akan tahu bahwa saya mempelajari penendang penalti secara seksama sebelum laga. Kritikan itu selalu sulit untuk dihadapi. Namun saya masih tetap stoik,” kata Paes dalam wawancara dengan De Telegraaf.

Paes menerangkan bahwa kesulitan di awal karier bersama Ajax disebabkan oleh minimnya menit bermain. Sebelum bergabung dengan Ajax, dia tidak pernah bermain selama empat bulan karena cedera dan juga jeda kompetisi.

“Major League Soccer memiliki jeda dua bulan, dan saya mengalami cedera selama dua bulan sebelumnya, yang berarti saya belum bermain selama sembilan puluh menit selama empat bulan. Setelah bermain 45 menit di pramusim, Vitezslav Jaros cedera dan saya harus mengambil tanggung jawab,” katanya.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:13
01:30
05:01
01:06
05:53
07:09

Viral