news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pemain AC Milan, Luka Modric.
Sumber :
  • REUTERS/Daniele Mascolo

Dari Pemburu Scudetto Jadi Tim Pesakitan: Nestapa AC Milan yang Terpaksa Mulai dari Nol Lagi Demi Mimpi Raih Juara

Musim 2025/2026 menjadi periode paling mengecewakan bagi AC Milan. Sempat bersaing dalam perebutan gelar justru malah menutup musim di luar zona Liga Champions.
Rabu, 27 Mei 2026 - 22:06 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Musim 2025/2026 menjadi salah satu periode paling mengecewakan bagi AC Milan dalam beberapa tahun terakhir. Rossoneri yang sempat bersaing dalam perebutan gelar justru menutup musim di luar zona Liga Champions setelah mengalami penurunan performa drastis.

Kegagalan tersebut memicu gelombang evaluasi besar di internal klub. Manajemen Milan kini menyadari bahwa masalah mereka bukan sekadar hasil pertandingan, melainkan arah proyek yang selama ini dianggap mulai kehilangan identitas.

Situasi itu terasa semakin menyakitkan karena Milan sebenarnya sempat berada dalam posisi ideal. Setelah memenangkan derby melawan Inter Milan pada Maret lalu, Rossoneri duduk di posisi kedua klasemen dan masih menjaga peluang meraih Scudetto.

Saat itu, Milan unggul cukup jauh dari para pesaing di bawah mereka. Namun, momentum positif tersebut perlahan menghilang setelah tim mulai kehilangan konsistensi pada momen-momen krusial musim ini.

Dalam 10 pertandingan terakhir Serie A, Milan hanya mampu mengumpulkan 10 poin. Catatan tersebut menjadi gambaran jelas tentang rapuhnya performa Rossoneri saat tekanan mulai meningkat di akhir musim.

Tim asuhan Massimiliano Allegri juga mengalami masalah serius di lini serang. Strategi yang terlalu fokus menjaga pertahanan membuat Milan kehilangan agresivitas dan kesulitan menciptakan peluang berbahaya secara konsisten.

Banyak pemain depan akhirnya tampil di luar posisi terbaik mereka. Dampaknya terlihat jelas karena Milan hanya beberapa kali mampu mencetak lebih dari dua gol sepanjang musim Serie A.

Pemain AC Milan, Rafael Leao Saat Dikalahkan Udinese
Sumber :
  • REUTERS/Daniele Mascolo

Rafael Leao yang biasanya menjadi pembeda bahkan mengalami penurunan performa cukup tajam. Penyerang asal Portugal itu sempat melewati hampir tiga bulan tanpa mencetak gol di kompetisi liga.

Christian Pulisic juga mengalami situasi serupa. Pemain timnas Amerika Serikat tersebut gagal mempertahankan konsistensinya dan kesulitan memberikan kontribusi maksimal pada paruh kedua musim.

Meski lini belakang Milan sempat terlihat solid di awal musim, masalah perlahan mulai muncul ketika tim kehilangan keseimbangan permainan. Rossoneri terlalu sering menang dengan selisih tipis dan bergantung pada detail-detail kecil di lapangan.

Sebagian besar kemenangan Milan musim ini hanya diraih dengan margin satu gol. Di sisi lain, banyak kekalahan mereka juga datang dengan cara yang hampir serupa, memperlihatkan betapa tipis batas antara sukses dan kegagalan tim ini.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:58
02:44
05:38
01:42
05:45
01:05

Viral