- REUTERS/Daniele Mascolo
Cinta Bertepuk Sebelah Tangan, Ini Kabar 6 Striker yang Gagal Direkrut AC Milan di Bursa Transfer: Ada yang Bapuk Sepanjang Musim
Jakarta, tvOnenews.com – AC Milan sempat membidik sejumlah striker papan atas pada bursa transfer musim lalu. Namun, berbagai kendala membuat para penyerang tersebut gagal berlabuh ke San Siro.
Seperti diketahui, lini depan menjadi salah satu sorotan utama AC Milan sepanjang musim 2025/2026. Tak sedikit suporter yang kembali mempertanyakan kebijakan transfer Rossoneri pada musim panas lalu.
Saat itu, Milan dikaitkan dengan sejumlah penyerang dari berbagai liga top Eropa. Namun pada akhirnya, manajemen memilih merekrut Christopher Nkunku dari Chelsea.
Keputusan tersebut sempat memunculkan perdebatan di kalangan tifosi. Pasalnya, beberapa target yang dibidik berstatus striker murni dan dianggap lebih sesuai dengan kebutuhan tim.
Kini, setelah satu musim berlalu, menarik untuk melihat perjalanan para penyerang yang sempat masuk radar Milan. Apakah Rossoneri kehilangan peluang emas atau justru terhindar dari keputusan yang kurang tepat?
Berikut enam striker yang pernah dikaitkan dengan AC Milan dan nasib mereka setelah gagal merapat ke San Siro.
1. Dusan Vlahovic
Nama Dusan Vlahovic sempat menjadi target yang cukup serius bagi Milan. Hubungannya dengan Massimiliano Allegri membuat rumor kepindahannya ke San Siro terus berkembang.
- REUTERS/Nicolo Campo
Namun, transfer tersebut tidak pernah benar-benar mendekati kenyataan. Juventus enggan melepas pemainnya ke rival langsung, sementara gaji Vlahovic juga menjadi kendala besar.
Jika melihat perjalanan musim ini, Milan mungkin tidak terlalu kecewa gagal merekrutnya. Vlahovic harus menepi cukup lama akibat cedera betis yang membuatnya absen dalam banyak pertandingan.
Meski begitu, ketajamannya tetap terlihat saat berada dalam kondisi fit. Penyerang asal Serbia itu mampu mencetak tujuh gol di Serie A dan tiga gol di Liga Champions.
2. Rasmus Hojlund
Rasmus Hojlund juga masuk dalam daftar target utama Milan musim lalu. Bahkan, pembicaraan dengan Manchester United disebut sempat berlangsung cukup intens.
Perbedaan skema transfer menjadi penghalang utama tercapainya kesepakatan. Milan menginginkan opsi pembelian, sedangkan pihak lawan meminta kewajiban pembelian permanen.
Pada akhirnya, Hojlund memilih bergabung dengan Napoli. Bersama klub tersebut, ia mencetak 16 gol dari 44 pertandingan di semua kompetisi.
Catatan itu terbilang cukup baik untuk musim pertamanya. Namun, performanya masih dianggap belum sepenuhnya sebanding dengan investasi besar yang dikeluarkan Napoli.
- bayer04.de
3. Victor Boniface
Victor Boniface menjadi salah satu kisah paling menarik dalam daftar ini. Sebab, striker asal Nigeria itu sebenarnya sudah sangat dekat dengan AC Milan.
Proses transfer bahkan nyaris rampung sebelum dibatalkan. Tim medis Rossoneri menemukan sejumlah kekhawatiran terkait kondisi fisiknya saat menjalani pemeriksaan kesehatan.
Keputusan Milan ternyata terbukti cukup beralasan. Boniface menjalani musim yang sulit karena terus dibayangi masalah cedera dan kebugaran.
Sepanjang musim, ia hanya tampil dalam 11 pertandingan. Lebih mengecewakan lagi, Boniface gagal mencetak gol dan hanya menyumbang dua assist.
4. Mateo Retegui
Mateo Retegui sempat menjadi salah satu target ambisius Milan setelah tampil tajam bersama Atalanta. Namun, negosiasi tidak pernah berkembang karena perbedaan nilai transfer.
Rossoneri hanya bersedia mengeluarkan dana sekitar 35 hingga 40 juta euro. Di sisi lain, Atalanta memilih menunggu tawaran yang lebih tinggi.
Retegui kemudian melanjutkan kariernya di Timur Tengah. Striker Timnas Italia itu mampu mencetak 19 gol dari 31 pertandingan di semua kompetisi.
- REUTERS/Matteo Ciambelli
Produktivitasnya di level klub masih terjaga dengan baik. Namun, performanya bersama tim nasional masih kerap mendapat sorotan dari publik Italia.
5. Moise Kean
Moise Kean juga sempat masuk radar Milan sebagai opsi tambahan di lini depan. Apalagi, Allegri merupakan sosok yang cukup memahami karakter permainannya.
Meski begitu, transfer tersebut tidak pernah menjadi prioritas utama. Faktor harga dan kondisi keuangan klub membuat peluang kepindahannya sulit terwujud.
Kean sebelumnya tampil impresif dengan torehan 19 gol di Serie A. Namun, performanya mengalami penurunan cukup signifikan pada musim berikutnya.
Striker berusia 26 tahun itu hanya mampu mencetak sembilan gol sepanjang musim. Catatan tersebut memunculkan keraguan mengenai konsistensinya sebagai ujung tombak utama.
6. Conrad Harder
Nama Conrad Harder mungkin menjadi yang paling mengejutkan dalam daftar ini. Meski belum setenar pemain lain, Milan sempat bergerak cepat untuk merekrutnya.
Negosiasi bahkan disebut sudah memasuki tahap lanjutan. Namun, situasi berubah setelah Sporting CP mengubah arah pembicaraan pada menit-menit akhir.
Harder akhirnya melanjutkan karier bersama RB Leipzig. Musim perdananya di Bundesliga belum berjalan sesuai ekspektasi banyak pihak.
Dari 37 penampilan di semua kompetisi, ia hanya mencatatkan empat gol dan empat assist. Statistik tersebut menunjukkan proses adaptasinya masih membutuhkan waktu.
Melihat perkembangan keenam nama tersebut, keputusan Milan tampaknya tidak sepenuhnya keliru. Beberapa target memang tampil cukup baik, tetapi sebagian lainnya justru mengalami musim yang jauh dari harapan.
Kini, Rossoneri kembali menghadapi bursa transfer yang krusial. Ketepatan memilih penyerang baru bisa menjadi faktor penting dalam upaya mereka kembali bersaing di papan atas dan memburu gelar juara.
(sub)