- instagram.com/vv.gvvv
Jhon van Beukering Buat Ulah, Eks Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Bogem Pemain Keturunan Hingga Berdarah dan Dipecat Klub Belanda
Jakarta, tvOnenews.com - Jhon van Beukering terseret insiden kekerasan dalam laga IJsselmeervogels kontra GVVV Veenendaal. Eks striker naturalisasi Timnas Indonesia itu diduga memukul pemain Quiermo Dumay.
Pertandingan Tweede Divisie tersebut berlangsung di Sportpark De Westmaat, Sabtu (12/9/2026). Laga kemudian dihentikan setelah keributan terjadi saat jeda pertandingan.
Ketika pertandingan memasuki turun minum, GVVV sedang unggul 2-0 atas IJsselmeervogels. Menurut laporan RTV Utrecht, Dumay dipukul saat memasuki lorong pemain menuju ruang ganti.
Akibat insiden tersebut, Dumay mengalami luka serius pada bagian wajah. Foto yang beredar menunjukkan wajahnya berlumuran darah dan beberapa giginya dilaporkan tanggal.
Dugaan keterlibatan Van Beukering kemudian mencuat dari keterangan pihak IJsselmeervogels. Pelatih Willem Leushuis mengatakan Dumay menyebut Van Beukering sebagai sosok yang melayangkan pukulan.
"Dumay mengatakan Jhon van Beukering melemparkan pukulan. Dia bertindak seperti petarung jalanan," ujar Leushuis kepada RTV Utrecht.
"Logis jika para pemain saya tidak ingin melanjutkan pertandingan. Itu sangat menakutkan," lanjutnya. Saat ini Van Beukering diketahui bekerja sebagai asisten pelatih GVVV.
Ia menjadi bagian dari staf kepelatihan yang dipimpin saudaranya, Dennis van Beukering. Situasi tersebut membuat insiden semakin menjadi sorotan karena melibatkan sosok dari kubu GVVV.
Dumay sendiri sebelumnya merupakan pemain GVVV. Ia baru pindah ke IJsselmeervogels pada musim panas sehingga pertandingan tersebut mempertemukannya dengan mantan klub.
Setelah kejadian itu, IJsselmeervogels memutuskan tidak melanjutkan pertandingan. Klub juga berencana melaporkan insiden tersebut kepada kepolisian.
GVVV kemudian mengambil tindakan dengan melakukan penyelidikan internal. Klub juga menegaskan bahwa kekerasan tidak memiliki tempat dalam lingkungan mereka.
"G.V.V.V. sangat terkejut dengan kejadian yang berlangsung pada Sabtu sore saat jeda pertandingan melawan IJsselmeervogels," tulis GVVV dalam pernyataan resminya.
"Kekerasan sama sekali tidak sesuai dengan klub kami maupun nilai-nilai yang kami junjung. Kami secara tegas mengambil jarak dari segala bentuk kekerasan fisik," lanjut pernyataan tersebut.
Setelah melakukan penyelidikan, GVVV mengambil keputusan terhadap Dennis dan Jhon van Beukering. Keduanya tidak lagi menjalankan tugas untuk klub tersebut terhitung sejak keputusan diumumkan.
"Berdasarkan informasi yang tersedia saat ini, manajemen memutuskan Dennis van Beukering dan Jhon van Beukering tidak lagi menjalankan pekerjaan untuk G.V.V.V. dengan segera," tulis klub.
GVVV juga menilai tidak memiliki dasar yang cukup untuk melanjutkan kerja sama dengan keduanya. Penyelesaian hubungan kerja dan kontrak akan dilakukan secara langsung bersama pihak terkait.
Klub memilih tidak memberikan keterangan lebih lanjut terkait perkara tersebut. GVVV menyatakan langkah itu diambil demi kepentingan penyelidikan serta proses yang sedang berjalan.
Manajemen GVVV juga menyatakan siap bekerja sama dengan kepolisian dan KNVB. Federasi sepak bola Belanda tersebut nantinya dapat menentukan langkah disipliner berdasarkan hasil pemeriksaan.
Di sisi lain, Van Beukering memberikan versinya melalui Instagram Stories pada Sabtu malam. Ia menyebut pihak IJsselmeervogels juga memiliki tanggung jawab atas keributan yang terjadi di lorong stadion.
Van Beukering juga mengeklaim Dumay sempat memukul Dennis van Beukering. Ia menyatakan pihaknya akan melaporkan dugaan tersebut kepada pihak berwenang.
Dengan adanya dua versi tersebut, kronologi lengkap insiden masih menunggu hasil penyelidikan. Dugaan pemukulan terhadap Dumay juga belum dapat dianggap sebagai fakta sebelum proses pemeriksaan selesai.
Sementara itu, pertandingan IJsselmeervogels kontra GVVV terhenti ketika skor 0-2. KNVB akan menentukan tindak lanjut terhadap laga tersebut setelah proses disipliner dan penyelidikan selesai.
Jhon van Beukering sendiri pernah memperkuat sejumlah klub Belanda, termasuk Feyenoord dan NEC. Ia kemudian menjadi pemain naturalisasi Timnas Indonesia dan sempat memperkuat skuad Garuda.
(sub)