news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Gelandang AC Milan, Yunus Musah.
Sumber :
  • AC Milan

Sempat Hampir Dibuang, Yunus Musah Mulai Bersinar dan Puji Ruben Amorim di AC Milan: Formasi Ini Sempurna untuk Saya

Yunus Musah mulai menemukan kembali kepercayaan dirinya bersama AC Milan. Ia merasa sistem permainan Ruben Amorim sangat cocok dengan karakteristiknya.
Minggu, 13 September 2026 - 21:48 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Yunus Musah mulai menemukan kembali kepercayaan dirinya bersama AC Milan. Ia merasa sistem permainan Ruben Amorim sangat cocok dengan karakteristiknya.

Musah tampil sebagai pemain pengganti saat Milan bermain imbang 2-2 melawan Lazio. Masuknya gelandang asal Amerika Serikat itu membuat permainan Rossoneri mendapat tambahan energi.

Musah bahkan terlibat dalam proses terciptanya gol kedua Milan. Ia merebut bola sebelum mengirimkan umpan silang yang kemudian dimanfaatkan Adrien Rabiot.

Penampilan tersebut menjadi salah satu momen terbaik Musah pada awal musim ini. Ia total telah mencatat 315 menit bermain bersama Milan sepanjang musim 2026/2027.

Performa Musah terasa semakin penting setelah Milan melakukan perubahan di lini tengah. Youssouf Fofana dan Samuele Ricci masuk daftar pemain yang dilepas dan kemudian bergabung dengan Sevilla serta Como.

Amorim justru memberikan kepercayaan lebih besar kepada Musah. Keputusan tersebut membuat sang pemain merasa memiliki kesempatan untuk kembali membuktikan kualitasnya.

Musah mengaku senang dengan kepercayaan yang diberikan Amorim. Ia menilai sang pelatih memiliki gambaran yang jelas mengenai posisi terbaiknya di lapangan.

"Senang mendengar kata-kata baik dari pelatih. Awal musim ini berjalan sangat baik bagi saya," ujar Musah kepada DAZN Italia, seperti dikutip MilanNews.

Musah mengakui dirinya baru melewati periode yang sulit. Karena itu, kesempatan bermain yang diberikan Amorim menjadi sesuatu yang sangat berarti baginya.

"Saya baru saja melewati tahun yang sulit, jadi saya merasa bahagia. Sangat membantu ketika Amorim memiliki gagasan yang jelas mengenai peran saya di lapangan," katanya.

Menurut Musah, Amorim mampu menempatkannya pada posisi yang tepat. Kondisi tersebut membuat dirinya lebih leluasa menunjukkan kemampuan terbaik selama pertandingan.

"Dia menempatkan saya di posisi yang tepat agar saya bisa bermain dengan baik. Tidak banyak pelatih yang akan memilih saya," tutur Musah.

Musah juga mengapresiasi keputusan Amorim datang ke Milan dan memberinya kesempatan. Ia bertekad membayar kepercayaan tersebut dengan penampilan konsisten hingga akhir musim.

"Saya senang dia datang dan memberikan kesempatan ini kepada saya. Sekarang saya harus terus bermain seperti ini sampai akhir musim," ujarnya.

Musah sebelumnya sempat meragukan masa depannya di San Siro. Minimnya kesempatan bermain pada musim lalu membuatnya sadar bahwa persaingan di skuad Milan tidak mudah.

"Saya tahu kemampuan saya dan saya tahu telah melakukan banyak hal bagus di masa lalu. Namun, setelah menjalani satu musim tanpa banyak bermain, tentu ada keraguan," katanya.

Gelandang berusia 23 tahun itu juga tidak sepakat jika periode awal kariernya bersama Milan dianggap buruk. Musah mengingat sejumlah momen positif yang pernah dirasakannya.

Musah kemudian mengingat keberhasilannya membantu Milan memenangkan Supercoppa. Ia juga menyoroti pencapaian Rossoneri yang finis sebagai runner-up liga pada musim keduanya.

Formasi yang diterapkan Amorim menjadi salah satu faktor yang membuat Musah kembali nyaman. Ia merasa lebih sering berada dalam posisi ideal untuk membantu permainan Milan.

"Hal yang paling membantu saya adalah Amorim memiliki gagasan yang jelas. Saya sering berada di posisi yang baik dan tepat, sehingga saya bisa lebih mudah melihat ke depan," kata Musah.

"Ini sangat membantu saya, jadi menurut saya ini adalah formasi yang sempurna untuk saya," lanjutnya. Pernyataan tersebut menunjukkan betapa pentingnya sistem Amorim bagi perkembangan Musah.

(sub)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:13
01:04
02:14
01:59
04:13
03:53

Viral