- REUTERS/Angelika Warmuth
Perang Saraf Jelang Ballon d’Or 2026, Dembele Beri Balasan Menohok soal Klaim Mbappe
tvOnenews.com - Persaingan menuju Ballon d’Or 2026 mulai diwarnai perang saraf antara dua bintang tim nasional Prancis, Kylian Mbappe dan Ousmane Dembele.
Mbappe sebelumnya secara terbuka menyampaikan keyakinannya bahwa dirinya merupakan salah satu pemain terbaik dunia. Pernyataan tersebut kemudian mendapat respons dari Dembélé, pemenang Ballon d’Or tahun lalu.
Alih-alih membalas dengan klaim serupa, Dembele justru menekankan perjalanan panjang dan kerja keras yang dilakukannya hingga berhasil mencapai level tertinggi.
- REUTERS/Violeta Santos Moura
Media Spanyol AS menyoroti respons Dembele terhadap pernyataan Mbappe tersebut.
Dembélé mengatakan, "Seperti yang saya katakan, saya tidak pernah menjadi 'orang pilihan.' Tetapi saya bekerja sangat keras, dan tahun lalu saya diberi penghargaan untuk itu."
Ia kemudian memilih untuk tetap tenang dan menyerahkan hasil persaingan kepada proses pemungutan suara.
"Saya akan melihat bagaimana hasilnya tahun ini. Saya tetap tenang. Sepanjang karier saya, saya selalu bekerja keras di balik layar. Saya tidak mengatakan apa pun. Yang saya lakukan hanyalah bekerja keras."
Persaingan tahun ini memang diprediksi berlangsung ketat. Sebanyak 30 finalis Ballon d’Or 2026 telah diumumkan, dengan sejumlah nama besar masuk dalam daftar, termasuk Dembélé, Mbappé, Lamine Yamal, Harry Kane, Erling Haaland, Vitinha, Rodri, dan Vinicius Junior.
Malam penghargaan Ballon d’Or 2026 dijadwalkan berlangsung di London, Inggris, pada 26 Oktober. Karena itu, setiap pernyataan dari para kandidat kini menjadi perhatian menjelang malam penentuan.
Mbappe Punya Keyakinan Tinggi
Mbappé sendiri tidak menyembunyikan keyakinannya terhadap peluang untuk memenangkan penghargaan bergengsi tersebut.
Dalam wawancara sebelumnya, penyerang asal Prancis itu bahkan menyatakan bahwa tidak ada pemain yang tampil lebih baik darinya pada musim lalu.
Mbappe juga menyinggung perbedaan perjalanan dirinya dengan Dembele dalam mendapatkan pengakuan sebagai pemain kelas dunia.
"Saya selalu menjadi pemain yang diperhatikan orang. Dembele selalu dianggap sebagai pemain berbakat, tetapi saya selalu dianggap sebagai 'yang terpilih'."
Dalam konferensi pers sebelumnya, Mbappé juga mendapat pertanyaan mengenai apakah dirinya merupakan pemain terbaik di dunia.
Ia menjawab dengan penuh percaya diri, "Saya selalu berpikir begitu," sembari menilai musim lalu sebagai periode yang bagus untuk memenangkan Ballon d’Or.
Keyakinan tersebut bukan tanpa dasar. Mbappé menjalani musim dengan catatan individu yang impresif, termasuk menjadi pencetak gol terbanyak di Piala Dunia, La Liga, dan Liga Champions UEFA.
Meski gagal mempersembahkan trofi terbesar bersama Real Madrid maupun tim nasional Prancis, performa individual tersebut menjadi dasar kuat bagi kepercayaan dirinya dalam persaingan Ballon d’Or.
Dembélé dan Perjalanan Panjang Menuju Puncak
Berbeda dengan Mbappé yang sejak lama dianggap sebagai salah satu talenta pilihan dunia, Dembélé justru menyoroti kerja keras sebagai bagian penting dari perjalanan kariernya.
Karier pemain Prancis itu tidak selalu berjalan mulus. Setelah menimba pengalaman di Stade Rennais dan kemudian mencuri perhatian sebagai salah satu prospek terbaik Eropa bersama Borussia Dortmund, Dembélé pindah ke Barcelona pada 2017 dengan nilai transfer yang sangat besar.
Namun, perjalanan di Barcelona tidak sesuai harapan. Cedera berulang serta performa yang tidak konsisten membuat perkembangan Dembélé kerap dipertanyakan.
Walaupun memiliki kemampuan individu luar biasa, ia sempat mendapat kritik karena dinilai belum mampu memenuhi ekspektasi besar yang dibebankan kepadanya. Bahkan, namanya pernah jarang diperhitungkan ketika pembicaraan mengenai pemain terbaik dunia mencuat.
Perubahan besar dalam karier Dembélé kemudian terjadi setelah dirinya kembali ke Prancis dan bergabung dengan Paris Saint-Germain pada 2023.
Bersama PSG dan di bawah arahan Luis Enrique, Dembélé mampu meningkatkan permainannya secara signifikan. Ia tidak lagi hanya mengandalkan kemampuan individu di sektor sayap, tetapi berkembang menjadi pemain yang lebih fleksibel dengan pergerakan luas hingga ke area tengah.
Perubahan tersebut membuat kontribusinya terhadap gol dan permainan tim semakin besar. Kemampuan penyelesaian akhirnya pun mengalami peningkatan, yang sebelumnya menjadi salah satu aspek paling sering dikritik dari permainannya.
Dembele Datang sebagai Juara Bertahan
- REUTERS/Mike Segar
Transformasi tersebut akhirnya membawa Dembélé ke pencapaian tertinggi dalam kariernya.
Ia menjadi bagian penting dari keberhasilan PSG meraih gelar Liga Champions UEFA dan menjalani salah satu musim terbaik sepanjang karier profesionalnya.
Performa tersebut kemudian mendapat penghargaan tertinggi ketika Dembélé memenangkan Ballon d’Or untuk pertama kalinya tahun lalu.
Setelah sebelumnya dikenal sebagai talenta besar di Borussia Dortmund dan sempat menghadapi cedera serta kritik selama berada di Barcelona, Dembélé akhirnya mampu membuktikan dirinya di level tertinggi bersama PSG.
Perjalanan tersebut menjadi alasan mengapa ia lebih memilih berbicara mengenai kerja keras dibandingkan menyebut dirinya sebagai pemain pilihan.
Kini, Dembélé kembali memiliki peluang untuk mempertahankan Ballon d’Or. PSG kembali menunjukkan dominasinya di Eropa dengan memenangkan Liga Champions musim lalu, sementara Dembélé memainkan peran penting sebagai salah satu pemain utama dalam lini serang.
Statusnya sebagai pemenang tahun sebelumnya serta performa gemilang di kompetisi Eropa membuat peluang Dembélé untuk kembali meraih penghargaan tersebut tetap terbuka lebar.
Namun, persaingan kali ini jauh dari kata mudah. Mbappé menjadi salah satu rival terkuat, sementara Yamal, Kane, dan sejumlah pemain bintang lainnya juga memiliki alasan kuat untuk memenangkan Ballon d’Or 2026.
Pada akhirnya, keputusan berada di tangan para pemilih. Mbappé datang dengan keyakinan bahwa dirinya adalah pemain terbaik dunia, sedangkan Dembélé memilih menekankan kerja keras yang dilakukan tanpa banyak bicara.