- REUTERS/Alessandro Garofalo
Dipermalukan Jay Idzes cs, Luciano Spalletti Tak Cemas dengan Nasibnya di Juventus
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, tidak cemas dengan nasibnya saat ini. Jelang menghadapi NEC Nijmegen, sang pelatih berusia 67 tahun berada dalam desakan usai kekalahan dari Sassuolo.
I Bianconeri menerima kejutan saat menghadapi Jay Idzes dan kolega dalam lawatan ke Mapei Stadium pada akhir pekan kemarin. Dalam duel itu, mereka menderita kekalahan dengan skor 2-3 akibat gol telat Vasilije Adzic di masa injury time.
Setelah laga, pembicaraan mengenai desakan Spalletti hengkang pun mencuat. Namun, sang juru taktik berusia 67 tahun tidak merasa terganggu dengan itu.
“Belajar menerima tekanan adalah obat, itu membantu Anda menjalani hidup dengan baik,” kata Spalletti dalam konferensi pers jelang laga kontra NEC Nijmegen, dilansir Football-Italia.
“Saya mempelajarinya sejak lama. Bahkan di usia 10 tahun, saya harus membantu sepulang sekolah ketika keluarga saya sedang mengalami masa sulit, jadi bayangkan betapa saya peduli dengan ‘tekanan’,” tambahnya.
Spalletti menegaskan bahwa dia akan tetap fokus terhadap profesinya. Namun, dia tidak terlalu tertarik dengan reaksi negatif setelah kekalahan.
“Saya sangat peduli dengan profesi saya dan reaksi negatif setelah kekalahan tidak terlalu menarik bagi saya karena itu adalah sesuatu yang tidak dapat saya kendalikan. Saya memutuskan apa yang akan saya perhatikan dan kapan tidak, dan dalam kasus ini, saya memilih untuk tidak fokus pada hal itu,” tandasnya.
Juve harus bangkit pada saat menjamu NEC Nijmegen di Allianz Stadium untuk laga pertama di Liga Europa. Spalletti mengklaim bahwa dirinya tidak terpengaruh oleh kekalahan dari Sassuolo.
“Tentu tidak, perasaan-perasaan seperti itu membuatmu lupa siapa dirimu. Kamu kehilangan jati dirimu jika mendengarkan semua yang dikatakan orang,” tuturnya.
“Kamu tidak bisa mementingkan orang-orang yang melirikmu, orang-orang yang ingin mempersulit hidupmu. Kamu harus jujur pada diri sendiri, menjalani hidupmu, dan mengabaikan emosi dan gangguan di sekitarmu. Kamu tidak bisa menyenangkan atau dipahami oleh semua orang, kamu harus melakukan hal-hal yang menurutmu baik untuk klub,” katanya.
Dia juga tidak terkejut dengan desakan terhadapnya setelah empat laga. Namun, dirinya akan tetap fokus untuk membuktikan diri di Juventus.
“Itu normal. Saya tidak terkejut dua pelatih dipecat setelah empat pertandingan, saya tidak terkejut dengan hal-hal yang dikatakan di sini. Kami punya prioritas, untuk memenangkan pertandingan dan menunjukkan bahwa kami adalah Juventus,” tuturnya. (rda)