- JC Ruiz/Sipa USA
Kiper Tanjung Verde Ungkap Sisi Gelap Ketenaran usai Piala Dunia 2026: Saya Kehilangan Kedamaian
tvOnenews.com - Kiper Timnas Tanjung Verde, Vozinha atau Josimar Dias, mendadak menjadi sorotan dunia setelah tampil gemilang pada Piala Dunia 2026 FIFA di Amerika Utara. Namun, ketenaran yang datang secara tiba-tiba ternyata membawa tekanan besar bagi penjaga gawang berusia 40 tahun tersebut.
ESPN melaporkan isi wawancara terbaru Vozinha dengan media Inggris, The Observer. Dalam wawancara tersebut, Vozinha mengaku kehidupannya berubah drastis sejak tampil di Piala Dunia.
“Saya telah kehilangan kedamaian dan ketenangan saya (sejak Piala Dunia),” ujar Vozinha. Ia kemudian menambahkan, “Sekarang saya hampir tidak memiliki kehidupan pribadi.”
- REUTERS/Phil Noble
Nama Vozinha mulai dikenal luas setelah mencatatkan tujuh penyelamatan dalam pertandingan melawan Spanyol pada Juni lalu. Laga tersebut merupakan penampilan perdana Tanjung Verde di Piala Dunia dan berakhir dengan skor 0-0.
Penampilan Vozinha semakin mendapat perhatian karena Spanyol kemudian berhasil menjadi juara turnamen. Performa impresifnya dalam menghadapi salah satu tim terbaik dunia membuat sang kiper langsung menjadi perbincangan global.
Popularitas Vozinha di media sosial pun melonjak drastis. Sebelum pertandingan melawan Spanyol, ia memiliki sekitar 56.000 pengikut di Instagram. Namun, hanya dalam beberapa hari jumlah tersebut meningkat menjadi sekitar 14 juta.
Kini, jumlah pengikut Vozinha bahkan telah menembus lebih dari 28 juta, atau sekitar dua kali lipat dibandingkan beberapa waktu sebelumnya.
Prestasinya di Piala Dunia juga membuat Vozinha masuk dalam nominasi Ballon d'Or 2026 untuk kategori Kiper Terbaik Pria. Meski demikian, status sebagai selebritas baru ternyata tidak sepenuhnya membuatnya bahagia.
“Setiap kali saya keluar atau ke restoran, seseorang selalu meminta untuk berfoto. Ada juga orang yang meminta tanda tangan,” kata Vozinha.
“Yang lebih sulit adalah orang-orang yang merekam saya.”
Vozinha mengakui perubahan tersebut menjadi salah satu pengalaman terbesar dalam hidupnya. Ia merasa ruang pribadinya semakin terbatas sejak menjadi terkenal.
“Ini adalah perubahan terbesar dalam hidup saya. Rasanya seperti tidak ada yang bisa saya lakukan,” ujarnya.
Di tengah popularitas yang terus meningkat, Vozinha juga mengaku merindukan kehidupan sederhananya sebelum dikenal banyak orang. Menurutnya, banyak orang hanya melihat sisi positif dari popularitas tanpa memahami tekanan yang menyertainya.
“Banyak orang ingin menjadi terkenal dan dikenal publik. Orang hanya melihat aspek positif dari ketenaran,” kata Vozinha.
Ia bahkan mengaku lebih memilih kehidupannya sebelum menjadi terkenal jika diberi pilihan.
“Jujur, jika saya harus memilih antara kehidupan saya saat ini dan kehidupan saya di masa lalu, saya akan memilih kehidupan saya yang lama.”
Dampak ketenaran tersebut juga dirasakan oleh keluarga Vozinha. Penggemar bahkan disebut mendatangi rumah ibunya di Tanjung Verde hampir setiap hari.
- REUTERS - JC Ruiz/Sipa USA
“Saya tidak bisa membantu orang tua saya karena saya tidak ada di sana,” ungkap Vozinha.
“Orang tua saya harus beradaptasi dengan situasi ini dan menetapkan batasan mereka sendiri.”
Bagi Vozinha, perjalanan di Piala Dunia memang mengubah hidupnya secara drastis. Namun, di balik popularitas dan perhatian dunia, sang kiper justru merasakan kehilangan sesuatu yang sebelumnya dianggap biasa: privasi dan ketenangan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.