- REUTERS/Guglielmo Mangiapane
Jose Mourinho Langsung Bikin Klaim Fantastis usai Real Madrid Menang Comeback atas AS Roma di Liga Champions
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, langsung membuat klaim fantastis setelah kemenangan dramatis atas AS Roma. Mereka sempat tertinggal 1-3 namun membalikkan keadaan menjadi 4-3.
Los Blancos bertandang ke Stadio Olimpico untuk lanjutan Liga Champions 2026-2027 pada Kamis (15/10/2026) dini hari WIB. Mereka sudah tertinggal lebih dulu di menit ke-20 akibat gol Marten de Roon.
Lima menit kemudian, Kylian Mbappe menyamakan skor yang membuat kedudukan 1-1 saat jeda turun minum. Namun, dwigol Donyell Malen pada menit ke-51 dan 58 membuat tuan rumah berada di atas angin.
Unggul 3-1, Roma malah kecolongan di menit-menit akhir. Gol Carlos Espi pada menit ke-83 dan Endrick dua menit kemudian menyetarakan kedudukan menjadi 3-3.
Di menit ke-90, Antonio Rudiger mengukir gol kemenangan ke gawang mantan klubnya. Madrid pun kembali memetik tiga poin penuh di Liga Champions, menyambung kesuksesan mereka menaklukkan Inter Milan dengan skor 2-1 di bulan lalu.
Setelah laga, Jose Mourinho mengakui bahwa laga ini memang sulit dimainkan. Dia bahkan melihatnya sebagai dua laga yang berbeda pada titik tertentu.
Selama 20 menit terakhir, menurut Mourinho, Madrid adalah tim yang tak terbendung. Hasilnya, mereka bisa membalikkan keadaan.
“Bisa dibilang ini seperti dua pertandingan dalam satu, Roma lebih unggul dalam segala aspek di babak pertama, dan kemudian Real Madrid tak terbendung selama 20 menit itu,” kata Mourinho kepada Amazon Prime Video Italia.
“Mereka mengejutkan kami di awal dengan menggunakan Matias Soulé di sayap, menciptakan keunggulan di area tersebut. Kami kebobolan gol yang tidak masuk akal yang tidak boleh terjadi di level ini,” tambahnya.
Mourinho menyadari bahwa Roma kehilangan kendali setelah merasa sudah menang saat kedudukan 3-1. Namun, Madrid membuat perbedaan lewat beberapa pergantian pemain.
“Setelah tertinggal 3-1, mungkin semua orang mengira pertandingan sudah berakhir, tetapi yang benar-benar kalah adalah para pemain Roma. Sangat sulit untuk bermain dengan intensitas dan gaya sepak bola seperti yang mereka miliki,” katanya.
“Kami melakukan beberapa perubahan, karena kebobolan tiga, empat, atau lima gol tidak banyak berpengaruh. Roma tidak mampu mengatasi gempuran sepak bola menyerang yang kami lancarkan,” sambungnya.