- Instagram - One Taguig FC
Lawan Borneo FC Bantah Mundur dari AFC Challenge League, One Taguig FC Murka: Kami Dipaksa Berhenti!
Jakarta, tvOnenews.com - One Taguig FC akhirnya buka suara setelah dipastikan batal tampil di AFC Challenge League 2026/2027. Klub asal Filipina yang seharusnya menjadi lawan Borneo FC itu membantah telah mengundurkan diri dari kompetisi antarklub Asia tersebut.
Pernyataan keras disampaikan One Taguig FC menyusul keputusan federasi dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) yang mengakhiri partisipasi mereka. Padahal, klub tersebut mengaku telah melakukan berbagai upaya agar tetap bisa mengikuti turnamen.
Melalui pernyataan resminya, One Taguig FC mengungkapkan kekecewaan mendalam terhadap keputusan yang diterima. Mereka menyebut perjalanan di AFC Challenge League harus berakhir meskipun sudah berusaha mempertahankan keikutsertaan.
"Perjalanan AFCCL kami telah berakhir." Demikian pernyataan resmi One Taguig FC dikutip dari Instagram resminya pada Jumt (16/10/2026).
Klub asal Filipina itu kemudian memberikan penegasan mengenai status mereka dalam kompetisi.
"Mari kita perjelas: kami tidak mengundurkan diri. Kami tidak menyerah. Kami beruang untuk bertahan," lanjutnya.
Menurut pihak klub, berbagai upaya telah dilakukan demi menjaga peluang tampil di AFC Challenge League. Perjuangan itu bukan hanya untuk kepentingan tim, melainkan juga seluruh pihak yang telah memberikan dukungan.
"Kami berjuang untuk para pemain kami, staf kami, sponsor kami, dan semua orang yang percaya pada proyek ini," tulis One Taguig FC.
One Taguig FC mengaku telah mencoba berbagai cara untuk mempertahankan tempat mereka di turnamen. Namun, pihak klub merasa tidak memiliki banyak pilihan setelah menerima keputusan dari otoritas terkait.
"Namun terkadang, sekeras apa pun Anda berjuang, kekuatan yang menentang Anda hanya menyisakan sangat sedikit ruang untuk bergerak," lanjutnya.
Kegagalan tampil di AFC Challenge League terasa semakin menyakitkan karena klub sudah mempersiapkan diri menghadapi persaingan. Bahkan, Daisuke Sato dan rekan-rekannya telah berada di Indonesia untuk menjalani pemusatan latihan di Bali United Training Center.
One Taguig FC sebelumnya masuk dalam Grup D bersama Borneo FC, Yangon United, dan Tainan City. Seluruh pertandingan grup tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, pada 18-24 Oktober 2026.
Namun, nama One Taguig FC mendadak menghilang dari jadwal pertandingan yang diperbarui AFC. Otoritas sepak bola Asia itu mencantumkan status withdrawn from competition untuk klub asal Filipina tersebut.
Situasi itulah yang kemudian memunculkan pernyataan bantahan dari One Taguig FC. Klub tersebut menilai seluruh perjuangan yang sudah dibangun dengan susah payah berakhir secara menyakitkan.
"Rasanya seolah-olah semua yang telah kami bangun dengan susah payah telah hangus terbakar, dan ada batas terhadap seberapa besar yang dapat ditanggung oleh sebuah klub," tulis One Taguig FC.
Meski kecewa, pihak klub tetap memberikan apresiasi kepada para sponsor dan mitra yang telah mendukung perjalanan mereka. One Taguig FC menyebut kepercayaan tersebut memiliki arti penting di tengah ketidakpastian.
"Terima kasih telah berdiri bersama One Taguig FC ketika masa depan belum pasti," sambungnya.
Klub memastikan dukungan tersebut tidak akan dilupakan meskipun perjalanan mereka di AFC Challenge League telah berakhir.
One Taguig FC juga berjanji tetap menyelesaikan berbagai tanggung jawab yang masih berjalan. Mereka akan terus menjalin komunikasi dengan seluruh pihak terdampak mengenai langkah selanjutnya.
Sementara itu, batalnya keikutsertaan One Taguig FC membuat Grup D hanya menyisakan tiga peserta. Borneo FC kini cukup menjalani dua pertandingan menghadapi Yangon United dan Tainan City untuk memperebutkan tiket perempat final.
Pesut Etam dijadwalkan menghadapi Yangon United pada Minggu (18/10/2026) sebelum bertemu Tainan City pada Rabu (21/10/2026). Berkurangnya jumlah pertandingan juga membuat Borneo FC kehilangan satu kesempatan meraih kemenangan dan menambah poin koefisien klub Indonesia di Asia.
Di sisi lain, One Taguig FC menegaskan tidak ingin perjalanan mereka dikenang sebagai kisah sebuah klub yang menyerah. Mereka tetap berpegang pada keyakinan bahwa berakhirnya partisipasi tersebut bukanlah keputusan sukarela.
"Kami tidak pergi begitu saja. Kami dipaksa untuk berhenti," pungkasnya. (fan)