news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

One Taguig Gelar TC di Bali.
Sumber :
  • One Taguig

Klarifikasi PPF dan Liga Filipina Atas Dicoretnya Klub Daisuke Sato dari AFC Challenge League 4 Hari Jelang Kick Off

Mewakili Filipina, One Taguig justru dicoret dari AFC Challenge League empat hari jelang kick off babak penyisihan Grup D dengan Borneo FC sebagai tuan rumah serta bersaing bersama Tainan City dan Yangon United. 
Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:09 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Federasi Sepak Bola Filipina (PFF) bersama Liga Filipina (LGPI) akhirnya buka suara atas dicoretnya klub yang dibela mantan pemain Persib Bandung Daisuke Sato, One Taguig dalam keikutsertaannya di AFC Challenge League 2026-2027. 

Mewakili Filipina, One Taguig justru dicoret dari AFC Challenge League empat hari jelang kick off babak penyisihan Grup D dengan Borneo FC sebagai tuan rumah serta bersaing bersama Tainan City dan Yangon United. 

Kondisi One Taguig memang cukup unik karena tampil sebagai wakil Filipina tapi justru absen di kompetisi Liga Filipina musim ini karena tak lolos verifikasi administrasi. 

Dalam pernyataan bersama, PFF dan Liga Filipina menegaskan kegagalan klub tampil di kompetisi domestik dan keputusan pencoretan dari ajang Asia merupakan dua persoalan berbeda.

Untuk Liga Filipina musim 2026/27, One Taguig FC dinyatakan tidak memenuhi seluruh persyaratan administrasi hingga batas waktu yang ditentukan. 

Salah satu dokumen penting yang tidak diselesaikan adalah Participating Team Agreement (PTA), yang menjadi dasar hubungan antara klub dengan pengelola liga.

LGPI mengklaim telah berulang kali menghubungi One Taguig FC sebelum tenggat pendaftaran untuk membantu klub menyelesaikan persoalan yang menghambat kesiapan mereka. 

Namun, kesempatan tersebut tidak dimanfaatkan hingga persyaratan wajib belum terpenuhi saat liga harus menetapkan daftar peserta.

"Setelah klub-klub yang telah memenuhi seluruh persyaratan partisipasi diberitahu mengenai keikutsertaan mereka dalam kompetisi, LGPI meninjau kembali dokumen yang diserahkan oleh One Taguig FC serta permohonan peninjauan ulang dari klub tersebut, lalu mengambil tindakan sesuai dengan regulasi PFL dan tanggung jawabnya sebagai pengelola liga," tulis pernyataan bersama ini. 

Hal ini memastikan bahwa setiap klub dalam kompetisi tersebut diperlakukan secara setara dan adil. Namun persoalan berbeda muncul dalam proses lisensi untuk AFC Challenge League 2026-2027 yang akhirnya membuat One Taguig FC tersingkir dari kompetisi Asia. 

PFF menyebut menemukan ketidaksesuaian antara dokumen lisensi yang diserahkan klub pada Maret 2026 dengan informasi mengenai tunggakan pembayaran pemain dan staf yang secara sukarela disampaikan klub kepada AFC pada September 2026.

PFF menegaskan informasi mengenai gaji yang belum dibayarkan tersebut berasal dari dokumen One Taguig FC sendiri dan bukan karena permintaan dari PFF maupun LGPI. Kondisi tersebut kemudian menjadi bagian dari pemeriksaan badan independen lisensi klub PFF, termasuk setelah One Taguig FC mengajukan banding.

AFC pada akhirnya mengambil keputusan untuk mengeluarkan One Taguig FC dari AFC Challenge League 2026-2027. PFF dan LGPI membantah tudingan bahwa mereka sengaja membuat klub tersebut tersingkir dari kompetisi Asia.

“PFF dan LGPI dengan tegas menolak tuduhan bahwa mereka merekayasa atau menyebabkan One Taguig FC dikeluarkan,” demikian pernyataan bersama kedua badan tersebut. 

Mereka menegaskan kewajiban pembayaran serta keakuratan dokumen lisensi sepenuhnya menjadi tanggung jawab klub.

LGPI tetap membuka pintu komunikasi dengan One Taguig FC agar persoalan partisipasi dapat diselesaikan sebelum musim berikutnya. Namun, klub harus memenuhi seluruh persyaratan dan tenggat yang berlaku bagi seluruh peserta tanpa pengecualian.

"Hal ini menuntut keterlibatan langsung dengan pihak Liga, penghormatan terhadap proses yang berlaku, serta kepatuhan penuh terhadap persyaratan dan tenggat waktu yang telah ditetapkan bagi seluruh klub. Partisipasi di masa mendatang tetap bergantung pada pemenuhan ketentuan-ketentuan tersebut," lanjut pernyataan bersama. 

"PFF dan LGPI tetap berkomitmen pada investasi yang bertanggung jawab, keberlanjutan klub, kesejahteraan pemain, serta sistem sepak bola profesional yang berlandaskan pada keadilan, transparansi, dan akuntabilitas," tutup pernyataan tersebut. 

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:56
08:50
02:47
06:54
06:16
06:20

Viral