- Reuters/Dylan Martinez
3 Alasan yang Buat Luis Enrique 'Mustahil' Jadi Pelatih Real Madrid, Mulai dari Rivalitas dengan Barcelona hingga Kylian Mbappe
tvOnenews.com - Pelatih PSG Luis Enrique santer dikabarkan bakal ambil alih kursi kepelatihan Real Madrid yang belum lama ditinggalkan Xabi Alonso.
Namun begitu, Luis Enrique tampak seperti opsi yang sangat 'mustahil' dibandingkan deretan kandidat yang dikabarkan masuk radar Real Madrid.
Nama Luis Enrique tiba-tiba masuk sebagai bursa pelatih Real Madrid. Aspek taktikal hingga ketegasan di ruang ganti membuatnya dirasa sebagai sosok yang tepat.
“Luis Enrique termasuk dalam daftar kandidat yang dipertimbangkan Real Madrid untuk musim depan,“ rilis Fichajes, Kamis (16/1) kemarin.
“Klub tersebut mencari pelatih yang berkarakter, mampu mengelola ruang ganti yang penuh dengan ego dan talenta luar biasa,“ lanjutnya.
Apalagi, ketika konferensi pers setelah PSG kalah dari Paris FC beberapa waktu lalu, Luis Enrique terang-terangan terbuka dengan kesempatan apapun.
“Tentu saja, kami terbuka, tetapi bukan karena kekalahan terakhir (melawan Paris FC di Piala Prancis. Kami siap untuk kemungkinan apa pun, tetapi tanpa terburu-buru,“ ujar Luis Enrique saat konferensi pers.
Di sisi lain, tak sedikit pihak yang cenderung skeptis dengan kabar bahwa Luis Enrique yang nantinya dipilih Florentino Perez untuk menukangi Los Blancos.
Meski pernah bermain bagi Real Madrid, namun serangkaian kejadian ini membuatnya pernah bertentangan dengan klub juara terbanyak Liga Champions tersebut.
Lantas, faktor apa saja yang membuat Luis Enrique seperti mustahil bakal melatih Real Madrid?
1. Kurang Cocok dengan Kylian Mbappe
Luis Enrique dan Kylian Mbappe pernah bekerja sama di PSG pada musim 2023/2024, namun periode itu ternyata penuh dengan gejolak.
Kylian Mbappe dikesampingkan dari skuad Les Parisiens karena menolak menandatangani kontrak baru. Ia masih dimainkan meski waktunya terbatas.
Setelah Kylian Mbappe pergi ke Real Madrid, Luis Enrique secara gamblang mengaku tak khawatir kehilangan top skor sepanjang masa bagi PSG tersebut.
“Saya lebih baik punya empat pemain yang cetak masing-masing 12 gol dibanding satu pemain yang cetak 40 gol,“ kata Enrique di awal musim 2024/2025 dikutip dari TNT Sports.
2. Pernah Jadi Ikon Barcelona
Sebelum berjaya di PSG dalam dua musim terakhir, kiprah kepelatihan Luis Enrique telah lebih dulu dikenal ketika dirinya menjadi entrenador Barcelona.
Gelar treble winner di musim 2014/2015 jadi legacy-nya di Barcelona. Sekali lagi, ia mempermalukan Real Madrid yang bersanding sebagai rival.
Sebelum itu, Luis Enrique pernah tersandung kontroversi setelah dia memutuskan pindah dari Real Madrid ke Barcelona saat menjadi pemain pada dekade 90-an.
Kondisi inilah yang pada akhirnya membuat publik ragu, apakah Luis Enrique nantinya akan diterima di Bernabeu mengingat rekam jejaknya bersama tim rival.
3. Dibidik Manchester United
Real Madrid tidak sendiri dalam perburuan Luis Enrique. Laporan dari Mirror beberapa hari lalu menyebut jika Manchester United juga berminat terhadap sang pelatih.
Rekam jejak Luis Enrique menjadi pertimbangan utama bagi Manchester United saat menyatakan ketertarikan dengan pelatih asal Spanyol tersebut.
Pun halnya meraih treble winner Eropa bersama Barcelona (2014/2015) dan PSG (2024/2025) serta prestasi luar biasa dengan timnas Spanyol.
Sejauh ini, Manchester United belum punya pelatih utama setelah Michael Carrick hanya ditugaskan sebagai caretaker hingga akhir musim mendatang.
(han)