- REUTERS/Kai Pfaffenbach
Real Madrid Tumbang, Pernyataan Jose Mourinho soal La Liga Kembali Jadi Sorotan
Jose Mourinho bahkan turut membimbing Parrott hingga mendapatkan kesempatan menjalani debut profesionalnya. Kini, sang mantan anak asuh justru menjadi pemain yang memberikan kekalahan pertama kepada Mourinho bersama Madrid.
Hasil pertandingan tersebut juga kembali mengingatkan publik pada pernyataan Mourinho sebelum laga. Pada tanggal 4, media asal Bayern Munich, 'Bayern & Germany', melaporkan pernyataan Mourinho yang dinilai mengarah kepada Bayern Munich dan Paris Saint-Germain (PSG).
Dalam laporan tersebut disebutkan, "Manajer Mourinho memberikan komentar yang tampaknya ditujukan kepada Munich dan Paris Saint-Germain (PSG)."
Mourinho saat itu membandingkan tingkat tekanan di La Liga dengan kompetisi di Prancis dan Jerman. Ia mengatakan, "Bagi saya, La Liga adalah liga yang sulit. Ini karena tekanannya konstan. Anda selalu harus menang. Ada liga di mana Anda tidak selalu perlu menang. Di Prancis atau Jerman, tim yang menang memiliki kemewahan untuk mengatakan, 'Kami sudah tahu kami akan menang.' Tetapi di sini, tekanan mengikuti setiap minggu. Jika Anda tidak menang, itu adalah hasil yang buruk. Tekanan semacam ini memainkan peran penting bagi tim yang berkompetisi di liga sekaliber ini."
Pernyataan tersebut kini kembali menjadi sorotan setelah Mourinho justru mengalami kekalahan pertamanya di La Liga bersama Real Madrid. Apalagi, PSG yang disebut secara tidak langsung dalam komentarnya juga mengalami hasil mengejutkan pada pertandingan mereka.
- REUTERS/Rodrigo Antunes
PSG harus menelan kekalahan 1-2 setelah mengalami comeback dari AS Monaco. Hasil tersebut semakin memperpanjang tren negatif mereka pada awal musim, setelah sebelumnya mencatatkan dua hasil imbang dan satu kekalahan sejak kompetisi dimulai.
Pada akhirnya, pernyataan Mourinho tentang beratnya tekanan di La Liga seolah mendapatkan pembuktian.
Bukan hanya Real Madrid yang merasakan sulitnya menjaga konsistensi kemenangan, PSG pun menghadapi persoalan serupa. Dengan demikian, kompetisi di level elite Eropa kembali menunjukkan bahwa mempertahankan kemenangan dari pekan ke pekan bukanlah perkara mudah.