- PSSI
Termasuk Pemain Keturunan, 3 Bintang Timnas Indonesia Ini Harap-harap Cemas Degradasi saat Skuat Garuda Muda di Ambang Pecah Rekor Piala Asia U-23
tvOnenews.com - Di tengah asa Timnas Indonesia yang berpotensi cetak rekor di Piala Asia U-23 2024, tiga pemain skuat Garuda Muda ini sedang harap-harap cemas bakal degradasi musim depan.
Seperti diketahui, Timnas Indonesia U-23 berpeluang besar lolos ke babak perempat final Piala Asia U-23 2024 untuk kali pertama dalam sejarah.
Hal tersebut bisa terjadi andai pada matchday ketiga, Minggu (21/04/24) malam WIB nanti, Timnas Indonesia berhasil menahan imbang Yordania.
Berbekal kemenangan dramatis atas Australia di matchday kedua, Timnas Indonesia kini bertengger di posisi runner up Grup A dengan tiga poin.
Dengan kondisi tersebut, skuat Garuda Muda hanya butuh satu poin tambahan untuk memastikan mereka lolos ke fase knock out.
Di tengah upaya Timnas Indonesia cetak rekor di Piala Asia U-23, nasib tiga penggawa skuat Garuda Muda ini justru sedang di ujung tanduk dan harap-harap cemas bakal degradasi akhir musim nanti.
Salah satu pemain yang klubnya sudah pasti degradasi adalah Witan Sulaeman, bintang 22 tahun ini harus pasrah melihat timnya, Bhayangkara FC degradasi usai kalah dari Bali United di pekan sebelumnya.
Meski Bhayangkara FC degradasi, namun Witan Sulaeman berpotensi bertahan di Liga 1 lantaran dirinya hanya berstatus pemain pinjaman dari Persija.
Selain Witan Sulaeman, berikut beberapa bintang Timnas Indonesia U-23 yang berpotensi degradasi musim ini:
Arkhan Fikri
Nama pertama adalah Arkhan Fikri. Pemain 19 tahun ini harus berusaha ekstra keras untuk membantu Arema FC terhindar dari zona degradasi jika tugasnya di Timnas Indonesia U-23 berakhir.
Sampai saat ini, Arema FC masih bertengger di urutan 16 klasemen Liga 1 dengan perolehan 31 poin.
Dengan menyisakan tiga laga hingga akhir musim, peluang Arema FC untuk bertahan di Liga 1 masih terbuka meski sangat kecil.
Hokky Caraka
Berikutnya adalah Hokky Caraka. Striker 19 tahun tersebut juga berpeluang degradasi ke Liga 2 akhir musim nanti bersama PSS Sleman.
Meski timnya tidak berada di zona merah, namun jarak PSS Sleman dengan Arema FC sebagai batas terakhir degradasi hanyalah lima poin.
Andai Arema FC mampu menyapu laga sisa dengan kemenangan serta PSS Sleman yang menyisakan dua pertandingan lagi tak mampu menang, maka posisi mereka bisa melorot ke zona degradasi akhir musim nanti.
Ivar Jenner
Terakhir adalah Ivar Jenner. Gelandang keturunan Belanda ini juga sedang apes di klubnya, FC Utrecht U-21.
Tampil di kasta kedua Liga Belanda, tercatat klub FC Utrecht U21 masih tertahan di dasar klasemen dengan perolehan 24 poin.
Dengan menyisakan 4 laga, FC Utrecht U-21 berpotensi besar turun kasta ke Liga 3 Belanda musim depan. (sub)