- Istimewa
Sebenarnya Bukan Cristian Gonzales atau Stefano Lilipaly, Kiper Belanda Inilah yang Pertama Kali Jadi Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia
tvOnenews.com - Bukan Cristian Gonzales ataupun Stefano Lilipaly, pemain Belanda inilah yang menjadi pemain naturalisasi pertama Timnas Indonesia.
Seperti diketahui, Timnas Indonesia asuhan Shin Tae-yong memang masih mencari pemain keturunan di Eropa, meski sudah meraih prestasi gemilang di kancah Asia.
Sebelumnya, kehadiran pemain naturalisasi di Timnas Indonesia langsung memberikan efek instan bagi prestasi pasukan Shin Tae-yong dalam beberapa turnamen.
Di level senior, Timnas Indonesia lolos ke babak penyisihan grup Piala Asia 2023 serta tinggal selangkah lagi melaju ke ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Sementara itu, Timnas Indonesia junior juga mencatat keberhasilan mencapai semifinal Piala Asia U23 bahkan hampir saja melangkah ke Olimpiade Paris 2024.
Hal inilah yang kemudian membuat program naturalisasi pemain keturunan di Timnas Indonesia terbilang sukses diterapkan dalam beberapa waktu terakhir.
Selain itu, langkah tersebut juga diikuti oleh Indra Sjafri yang saat ini ditugaskan untuk menukangi Timnas Indonesia U20 untuk turnamen Toulon 2024.
Indra Sjafri juga melakukan hal yang sama dengan Shin Tae-yong yakni memanggil pemain naturalisasi untuk memperkuat Timnas Indonesia.
Meski demikian, sebetulnya banyak yang belum tahu kalau program naturalisasi Timnas Indonesia telah dimulai puluhan tahun sebelum era Cristian Gonzales pada 2010.
Program naturalisasi Timnas Indonesia telah ada sejak tahun 1950-an ketika kiper asal Belanda Arnold Van Der Vin ikut membela skuad Garuda.
Arnold Van Der Vin merupakan penjaga gawang keturunan Belanda yang lahir di Semarang, Jawa Tengah ketika Indonesia masih bernama Hindia Belanda.
Sebelum bermain bagi Timnas Indonesia, Arnold Van Der Vin bermain untuk klub khusus etnis Eropa yang berbasis di Surabaya yakni Excelsior dari 1939 sampai 1948.
Pria yang akrab disapa Nol itu kemudian pindah ke Persija Jakarta dan membawa Macan Kemayoran juara perserikatan. Berkat penampilan apiknya itu, dia akhirnya mendapat panggilan Timnas Indonesia.
Lika-liku karier sepak bola Arnold Van Der Vin bersama Timnas Indonesia sempat terjadi semasa pergerakan politik era Presiden Soekarno membuat kebijakan Anti-Belanda.
Situasi tersebut membuat Arnold Van Der Vin terpaksa balik ke Belanda hingga dirinya melewatkan turnamen Asian Games 1954 bersama tim Merah Putih.
Di Belanda, Arnold Van Der Vin sempat bermain untuk klub lokal Fortuna'54 yang menjadi cikal bakal Fortuna Sittard, tim yang diperkuat Ragnar Oratmangoen.
Setahun di Belanda, Arnold Van Der Vin kembali ke Indonesia dan bermain untuk PSMS Medan dalam kompetisi perserikatan 1955.
Pemain naturalisasi pertama Timnas Indonesia Arnold Van Der Vin (Source: Istimewa)
Performa gemilang Arnold Van Der Vin bersama PSMS Medan membuat klub Liga Malaysia yaitu Penang FA kepincut hingga memboyongnya di tahun 1956 dan bertahan sampai 1961.
Kehadiran Arnold Van Der Vin di Timnas Indonesia saat itu cukup menarik perhatian karena dia menjadi satu-satunya pemain keturunan Belanda di dalam tim.
Selain parasnya yang berbeda dari pemain lokal, kehebatan Arnold Van Der Vin juga menjadi sorotan, seperti saat Timnas Indonesia berjumpa Yugoslavia (26/8/1953).
Tampil di hadapan puluhan ribu suporter yang hadir langsung di Lapangan Ikada, Jakarta, Arnold Van Der Vin dipercaya menjadi penjaga gawang utama Timnas Indonesia.
Arnold Van Der Vin sebetulnya tampil bagus di laga itu, namun dirinya harus merelakan gawang Timnas Indonesia dibobol dua kali oleh Veselinovic, bintang Yugoslavia masa itu. (han)