- tvOnenews.com - Julio Tri Saputra
Harga Pasar Shayne Pattynama Mendadak Anjlok, Fans Timnas Indonesia Bertanya-tanya, Apa Penyebabnya?
Komentar dari netizen pun bermunculan, menanggapi penurunan harga tersebut.
"Comeback stronger Shayne dan semoga dapet banyak menit bermain di KAS Eupen," tulis salah satu penggemar di X memberikan dukungan kepada Pattynama.
Namun, tak sedikit pula yang mempertanyakan keberuntungan Pattynama dalam setiap laga penting.
"Setiap starter entah kenapa kalah, apes banget dia, lawan Iraq dua kali, lawan Australia, lawan China," komentar yang lain.
Beberapa penggemar bahkan menyebut bahwa Pattynama tidak lebih dari pemain rata-rata.
“Faktanya Shayne ternyata average player, menang di teknik dasar daripada pemain lokal," tambah salah satu netizen.
“Efek klub turun kasta dan berkurangnya menit main di klub, peforma turun di timnas cuma sekali,” sahut yang lain.
Kemampuan dasar Shayne Pattynama mungkin lebih unggul daripada pemain lokal, tetapi belum cukup memberikan dampak signifikan dalam pertandingan besar.
Meski penurunan harga ini bisa menjadi pukulan bagi Pattynama, masih banyak penggemar yang percaya bahwa ia bisa bangkit kembali.
Netizen berharap Pattynama dapat memanfaatkan kesempatan lebih banyak di klubnya untuk memperbaiki performanya.
Bagaimanapun, bagi seorang pemain profesional, performa di lapangan sangat berpengaruh terhadap nilai pasar mereka.
Setiap kesalahan, apalagi yang menyebabkan gol bagi lawan, pasti akan mempengaruhi pandangan publik dan penilaian pasar terhadap pemain tersebut.
Menariknya, Shayne Pattynama bukan satu-satunya pemain Timnas Indonesia yang mengalami penurunan harga pasar.
Nama-nama seperti Pratama Arhan dan Sandy Walsh juga mengalami hal yang serupa, meskipun dalam skala yang berbeda.
Kondisi ini menandakan bahwa tantangan yang dihadapi pemain-pemain keturunan di Timnas Indonesia tidak mudah.
Namun, dengan dukungan penuh dari penggemar dan upaya yang konsisten untuk memperbaiki diri, para pemain diharapkan bisa bangkit dan kembali menunjukkan performa terbaiknya. (adk)