- PSSI
Orang Jepang Bertanya-tanya, Kok Bisa Ada yang Mempermasalahkan Naturalisasi di Timnas Indonesia: Negara Kami Padahal Pernah...
Jakarta, tvOnenews.com - Orang Jepang heran dengan perilaku beberapa netizen Indonesia yang menentang kebijakan naturalisasi, padahal Samurai Biru pernah melakukannya dan berjalan sukses.
Program naturalisasi yang dilakukan PSSI dalam beberapa tahun belakangan ini sukses menghadirkan prestasi bagi Timnas Indonesia.
Terbaru,Timnas Indonesia sukses lolos ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia untuk pertama kalinya sepanjang sejarah.
Bukan hanya numpang lewat saja, skuad Garuda pun mampu bersaing dan kini masih berpeluang besar untuk lolos ke putaran final Piala Dunia 2026.
Pasukan Shin Tae-yong bahkan mampu menahan imbang raksasa-raksasa Asia seperti Arab Saudi, Australia, dan Bahrain.
Jay Idzes dan kawan-kawan saat ini berada di peringkat kelima klasemen sementara Grup C dengan koleksi tiga poin hasil dari empat pertandingan.
Sebelumnya, Timnas Indonesia pun sudah lolos ke babak 16 besar Piala Asia 2023 sampai akhirnya dihentikan Australia.
Di level junior, Indonesia untuk pertama kalinya berhasil melangkah ke babak semifinal Piala Asia U-23.
- PSSI
Prestasi tersebut dilengkapi dengan ranking FIFA Timnas Indonesia yang saat ini berada di posisi ke-130.
Semua prestasi ini tidak lepas dari peran besar para pemain keturunan yang berhasil dinaturalisasi seperti Jay Idzes,, Thom Haye, dan lainnya.
Terkini, ada Kevin Diks yang baru saja resmi bisa membela Timnas Indonesia setelah proses perpindahan federasinya telah disetujui FIFA.
- FC Copenhagen
Beda dari sebelumnya, pemain-pemain naturalisasi yang didatangkan punya prestasi mentereng dan menjadi andalan di klubnya.
Sebut saja Jay Idzes yang menjadi pemain andalan Venezia FC di Serie A. Kemudian ada juga Mees Hilgers yang merupakan tembok kukuh FC Twente di Eredivisie.
Kevin Diks bahkan yang baru saja resmi bisa membela Timnas Indonesia pernah mencicipi bermain di Liga Champions bersama FC Copenhagen.
Namun, program naturalisasi yang sudah terbukti menghasilkan prestasi bagi Timnas Indonesia ternyata tidak semua pihak menyukai.