- Instagram @ diegomichiels24
Diego Michiels Ungkap Betapa Memalukannya saat Main di Timnas Indonesia karena Harus Alami Hal ini: Waktu itu...
tvOnenews.com - Pemain legendaris Diego Michiels akhirnya mengungkapkan momen memalukan yang pernah ia alami saat membela Timnas Indonesia.
Diego, yang merupakan pemain keturunan Indonesia-Belanda, kini memperkuat Borneo FC Samarinda di Liga 1.
Ia menjadi Warga Negara Indonesia pada tahun 2011, saat berusia 21 tahun.
Sebelum menjadi WNI, Diego sudah memulai karier sepak bolanya di Belanda, dan namanya pertama kali mencuat saat bermain untuk Go Ahead Eagles.
- ANTARA
Setelah itu, Diego mendapat kesempatan untuk membela Timnas Indonesia U-23 di ajang SEA Games, di mana ia berhasil meraih medali perak.
Di Indonesia, Diego dikenal sebagai bek tangguh yang juga sering dijuluki sebagai sosok bad boy, dengan beberapa fans menyebutnya "si Bengal".
Beberapa waktu lalu, Diego tampil sebagai bintang tamu di kanal YouTube Vivagoal, di mana ia menceritakan salah satu momen paling memalukan yang ia alami saat membela Timnas Indonesia.
Salah satu insiden yang disebutnya adalah saat Timnas Indonesia dipermalukan oleh Bahrain dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2014.
Dalam pertandingan tersebut, Indonesia harus menelan kekalahan telak dengan skor 10-0, yang menjadi salah satu momen paling memalukan dalam sejarah sepak bola Indonesia.
"Saya juga bingung sekali, serius. Saya masuk di lapangan, tiba-tiba, wah parah dalam beberapa menit kiper sudah kartu merah, penalti berapa, saya bingung sekali," ujar Diego.
Pemain berusia 34 tahun tersebut juga berbagi cerita mengenai ketegangan yang terjadi di ruang ganti setelah pertandingan melawan Timnas Bahrain.
"Saya lama di lapangan, mungkin sampai 30 menit baru saya masuk ke ruang ganti, itu parah sekali." ujarnya.
Menariknya, setelah pertandingan, skuad Garuda sempat menjalani interogasi sebelum kembali ke Indonesia.
Diego Michiels mengungkapkan bahwa saat semua pemain dan staf hendak pulang, mereka dipanggil dan diinterogasi oleh pihak Interpol.
"Sampai dipanggil oleh Interpol, mungkin mereka pikir match fixing kah apa kah," imbuhnya.
Diego Michiels mengakui bahwa pada pertandingan tersebut, para pemain tidak tampil dengan performa terbaik.