news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pemain Timnas Indonesia Pratama Arhan dipastikan berganti klub di bursa transfer Januari.
Sumber :
  • tvonenews.com - Julio Tri Saputra

Dicampakkan Suwon FC, Pratama Arhan Jadi Sorotan Tajam Media Korea, Kariernya di K-League Dianggap Kalah Saing Dibanding Pemain Indonesia Ini

Sindiran tajam media Korea pada Pratama Arhan usai didepak Suwon FC. Sebut kariernya tak semenonjol pemain Indonesia yang satu ini saat bermain di Liga Korea.
Jumat, 3 Januari 2025 - 17:44 WIB
Reporter:
Editor :

Asnawi mampu tampil konsisten di dua klub Korea, Ansan Greeners dan Jeonnam Dragons, dengan catatan 2 gol dan 5 assist dari 66 penampilan sejak 2021 hingga 2023.

Meski demikian, Asnawi hanya tampil di kasta kedua Liga Korea.

Pemain-pemain lain dari ASEAN, seperti Pratama Arhan, Nguyen Cong Phuong, dan Nguyen Van Toan, lebih banyak menghabiskan waktu di bangku cadangan atau hanya bermain dalam beberapa menit.

"Sementara ada banyak pemain yang belum bermain dalam satu pertandingan pun. Ada Arhan di Suwon FC yang menjadi satu-satunya pemain Asia Tenggara di K-League 1 dan K-League 2 2024," tambah Nate dalam artikelnya.

Laporan News Nate menyimpulkan bahwa alasan utama kegagalan pemain ASEAN di Liga Korea adalah keterbatasan dalam kemampuan teknik mereka.

Para pemain tersebut dianggap memiliki skill yang di bawah standar, yang membuat mereka sulit untuk bersaing dengan pemain-pemain Korea yang lebih berbakat.

"Penyebab kegagalan pemasaran di Asia Tenggara adalah karena mayoritas skill pemain di bawah standar," tulis Nate memberi pernyataan menohok.

Akibatnya, mereka kesulitan mendapatkan kesempatan bermain dan tak memberikan efek pemasaran yang signifikan bagi klub.

"Karena skillnya yang sulit untuk dikembangkan dalam permainan, tidak ada efek pemasaran apapun, kecuali peningkatan jumlah pengikuti di media sosial saat pemain gabung ke tim," tegas laporan tersebut.

Satu-satunya dampak positif dari keberadaan pemain ASEAN di Liga Korea adalah peningkatan jumlah pengikut di media sosial mereka, yang menjadi keuntungan tersendiri bagi klub-klub Korea.

Namun, hal ini dianggap tidak cukup untuk membuat program kuota Asia Tenggara berhasil secara keseluruhan.

Dengan berakhirnya program ini, masa depan pemain-pemain ASEAN di Liga Korea Selatan kini terancam, dan para pemain seperti Pratama Arhan harus mencari kesempatan baru di liga lain, mungkin di Indonesia atau negara-negara Asia lainnya. (asl)

Berita Terkait

1
2
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:13
02:10
01:39
06:50
01:36
07:02

Viral