- tvOnenews.com - Julio Tri Saputra
Di Depan Thom Haye, Marc Klok Janji akan Gunakan Bahasa Indonesia Setiap Wawancara Buntut Salah Terjemahan hingga Dicap Pembohong
Jakarta, tvOnenews.com - Pemain berlabel Timnas Indonesia, Marc Klok berjanji akan menggunakan bahasa Indonesia setiap wawancara buntut salah terjemahan hingga dicap pembohong.
Gelandang Persib Bandung itu sempat menjadi sorotan publik sepak bola Tanah Air setelah melakukan wawancara dengan media Belanda, ESPNnl beberapa waktu saat membahas soal Shin Tae-yong.
Pemain naturalisasi berusia 31 tahun itu melakukan wawancara tersebut tak lama setelah STY -sapaan akrab Shin Tae-yong- dipecat dari kursi pelatih Timnas Indonesia pada Senin (6/1/2025).
Dalam sebuah wawancara itu, ESPNnl menuliskan pernyataan Marc Klok yang mengklaim STY selaku mantan pelatih skuad Garuda sebagai seorang diktator dan berada di atas tim.
Setelah pemain naturalisasi asal Belanda itu diduga mengklaim Shin Tae-yong sebagai pelatih yang diktator, mantan analis Timnas Indonesia, Kim Jong-jin secara blak-blakan menyebut Marc Klok sebagai pembohong.
- Kolase Tim tvOnenews
"Diktator? Itu sangat tidak benar, saya sendiri juga melihat berita itu," kata Kim Jong-jin dalam podcast di kanal YouTube Deddy Corbuzier, Rabu (22/1/2025).
"Pada saat saya melihat berita tersebut dan ketika saya tahu dari siapa berita ini berasal saya langsung mengirimkan pesan padanya. Sudah ada di media Marc Klok yang bilang kan, itu sudah ada di mana-mana, bahkan di pemberitaan Korea juga, namanya ada di Korea karena apa yang dia katakan, yang mana itu tidak benar," imbuhnya.
"Saya kirim pesan kepada dia 'Brother sudah cukup, anda terus mengatakan kebohongan , apa pun yang kau katakan yang jelas tidak baik, Anda adalah satu-satunya pemain yang berbohong di media, sebagai seorang pemain dan mencoba menentang coach Shin, tanpa alasan, dengan kebohongan, mengapa anda melakukannya?," jelas mantan analis Timnas Indonesia itu.
Namun, Marc Klok sempat mengklarifikasi pernyataan dirinya soal Shin Tae-yong tersebut. Kapten Persib Bandung itu mengatakan bahwa ada kesalahan dalam menerjemahkan apa yang diucapkannya.
Dia meluruskan bahwasannya ada kesalahpahaman dalam beberapa kalimat yang diartikan berbeda dengan apa yang ia maksud. Pasalnya, wawancara tersebut dilakukan dalam bahasa Belanda.
Marc Klok menilai ada konteks yang hilang dalam terjemahan wawancaranya dengan media Belanda itu. Di sisi lain, ia tak menampik bahwa dirinya juga telah menggunakan kata yang kurang tepat.
“Ada konteks yang hilang dalam terjemahan wawancara saya dalam bahasa Belanda, mungkin juga saya menggunakan kata yang kurang tepat,” kata Marc Klok dalam klarifikasinya.
“Tetapi saya bersyukur atas kepercayaan dan waktu yang saya habiskan bersama coach Shin Tae-yong, serta banyak belajar darinya,” imbuhnya.
Kendati sudah memberikan klarifikasi, Marc Klok masih mendapatkan hujatan dari sejumlah netizen hingga mendapatkan serangan siber.
Baru-baru ini, Marc Klok pun berjanji akan menggunakan bahasa Indonesia setiap wawancara dengan media buntut salah terjemahan tersebut yang membuatnya hingga dicap pembohong.
Menurutnya, penggunaan bahasa Indonesia dalam wawancara untuk menghindari kesalahpahaman dalam terjemahan apa yang dia katakan.
Hal itu diungkapkan Marc Klok saat melakukan wawancara di podcast kanal YouTube The Haye Way yang juga diikuti pemain Timnas Indonesia, Thom Haye.
- Instagram @marcklok - Instagram @thomhaye
"Saya sudah berjanji. Saya berjanji pada diri saya sendiri bahwa setiap wawancara, kecuali hari ini, kecuali dengan ESPN, saya melakukan semua wawancara saya dalam bahasa Indonesia," janji Marc Klok.
"Ini juga untuk mendorong (bahasa Indonesia) diri saya sendiri, Iho, dan juga agar orang-orang lebih memahami saya. Orang-orang juga bisa lebih memahami saya di tingkat lokal," tambahnya.
Sebagai informasi, Marc Klok pernah dilatih oleh Shin Tae-yong. Pemain kelahiran Belanda itu bermain pertama kali di Timnas Indonesia era STY pada 2022.
Terakhir kali Marc Klok dipanggil ke Timnas Indonesia saat melawan Vietnam pada Kualifikasi Piala Dunia 2026 pada 21 Maret 2024 lalu.
Setelah itu, gelandang Persib Bandung tersebut tidak pernah dipanggil STY lagi hingga sang pelatih dipecat dari Timnas Indonesia.
(yus)