- tvOnenews.com/Julio Trisaputra
Jurnalis Inggris Beri Peringatan ke Timnas Indonesia Jelang Kontra Australia dan Bahrain, Katanya Situasi Ini Bisa Jadi Bumerang bagi Garuda
Jakarta, tvOnenews.com – Salah satu jurnalis asal Inggris memberi peringatan ke Timnas Indonesia jelang melawan Australia dan Bahrain di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Dalam lanjutan putaran ketiga Grup C itu, Timnas Indonesia lebih dulu dijadwalkan bertandang ke markas Australia di Sydney Football Stadium pada 20 Maret 2025 mendatang.
Setelah menantang Socceroos, pasukan Garuda akan terbang ke Tanah Air untuk menjamu Bahrain pada 25 Maret 2025 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
- AFC
Dua laga tersebut akan mulai dipimpin oleh Patrick Kluivert usai resmi jadi pelatih baru Timnas Indonesia untuk menggantikan Shin Tae-yong yang dipecat pada Senin (6/1/2025).
Pelatih berkebangsaan Belanda itu akan ditemani oleh sejumlah asisten di Timnas Indonesia termasuk Alex Pastoor, Denny Landzaat hingga Gerald Vanenburg.
- Instagram/Timnas Indonesia
Namun sebelum Patrick Kluivert menjalani debutnya sebagai pelatih baru Timnas Indonesia kontra Australia, dia mendapatkan sorotan dari sejumlah publik sepak bola.
Salah satunya jurnalis asal Inggris yang bekerja untuk The Guardian, yakni John Duerden. Awalnya, dia menilai kehadiran Patrick Kluivert membuat Timnas Indonesia serasa Timnas Belanda.
"Masa depan adalah Oranje (Belanda): Kedatangan Kluivert memperkuat pergeseran Indonesia ke Belanda," tulis John Duerden dalam artikelnya di media Inggris, The Guardian.
Di sisi lain, kata dia, situasi pergantian Shin Tae-yong yang dinilai cukup sukses bersama skuad Garuda ke Patrick Kluivert bisa menjadikan boomerang bagi Timnas Indonesia.
- Kolase tvOnenews.com / X- PSSI / Julio Tri Saputra tvOnenews
"Pergantian pelatih sukses Korea Selatan (Shin Tae-yong) dengan mantan striker Belanda (Patrick Kluivert) yang terkenal adalah pertaruhan yang bisa menjadi bumerang," kata jurnalis asal Inggris itu.
Namun, tidak dijelaskan apa alasan bisa menjadi bumerang yang dimaksud. Disinyalir, karena pergantian pelatih dalam waktu yang terlalu mepet ke pertandingan yang akan datang.
John Duerden lalu menyarankan Timnas Indonesia lebih baik berganti nama seperti dulu yakni Hindia-Belanda yang pernah mentas di Piala Dunia 1938.
Pasalnya, banyak pemain asal Belanda yang kini memperkuat Timnas Indonesia. Terbaru, skuad Garuda diproyeksikan mendapatkan dua pemain naturalisasi lagi yakni Ole Romeny dan Jairo Riedewald.
Menurut John Duerden, Timnas Indonesia yang sekarang banyak dihuni pemain asal Belanda butuh pelatih asal Belanda agar bisa lebih solid dan padu lagi. Itu alasan Patrick Kluivert didatangkan.
“Pada tahun 1938, Indonesia dengan kapten berkacamata, Achmad Nawir, maju ke Piala Dunia sebagai Hindia Belanda dan kata "Belanda" mungkin sebaiknya dimasukkan kembali ke dalam judul mengingat semua yang telah terjadi dengan tim sepak bola putra mereka pada abad ini,” tulis John Duerden.
"Penunjukan Patrick Kluivert sebagai pelatih kepala pada hari Rabu bukanlah sesuatu yang terjadi begitu saja. Bagaimanapun, seperti yang telah dikatakan, tim Belanda membutuhkan pelatih Belanda,” imbuhnya.
Sebagai informasi, kesebelasan pemain Timnas Indonesia yang mengalahkan Arab Saudi 2-0 pada bulan November 2024 lalu, delapan orang lahir di Belanda dan masih banyak lagi yang akan datang.
PSSI telah memulai proses naturalisasi cepat pemain Eropa yang memenuhi syarat untuk mewakili Garuda melalui orang tua atau kakek nenek, khususnya dari Belanda.
Tentunya, menarik untuk dinantikan apakah pernyataan jurnalis Inggris itu soal pergantian pelatih di tengah perjalanan akan jadi bumerang bagi Timnas Indonesia atau sebaliknya.
(yus)